Pengaruh Ekstrak Metanol Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius) LC85 Terhadap Kadar Asetilkolinesterase Larva Nyamuk Aedes Aegypti
Abstract
Salah satu penyakit yang dibawa oleh nyamuk Ae. aegypti adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Pengendalian nyamuk dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan pengendalian secara kimiawi yang dilakukan dengan menggunakan larvasida temephos. Larvasida temephos bekerja dengan menghambat enzim asetilkolinesterase (AChE). Penggunaan temephos dapat menyebabkan resistensi sehingga diperlukan larvasida dari bahan alami seperti ekstrak daun pandan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen murni (True- experimental design) untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol P. amaryllifolius LC85 terhadap kadar AChE pada larva nyamuk Ae. aegypti. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Pengujian dilakukan dengan memberikan perlakuan pada larva nyamuk dengan ekstrak P. amaryllifolius, akuades, dan temephos selama 24 jam dan diulang tiga replikasi. Hasil penelitian menunjukkan kadar enzim AChE larva nyamuk Ae. aegypti yang terpapar ekstrak P. amaryllifolius LC85 memiliki rata-rata kadar enzim AChE larva nyamuk yaitu 147,19 + 70,87 unit/l dengan kadar terendah 86,58 unit/l dan kadar paling tinggi 225,11 unit/l. Pada perlakuan dengan akuades, rerata kadar enzim AchE larva nyamuk yaitu 323,23 + 36,05 unit/l dengan kadar terendah 294,37 unit/l dan kadar paling tinggi 363,64 unit/l. Perlakuan dengan temephos memiliki rata-rata 279,94 + 4,99 unit/l dengan kadar terendah 277,06 unit/l dan kadar paling tinggi 285,71 unit/l. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar enzim AChE larva nyamuk yang signifikan pada setiap kelompok perlakuan dengan P. amaryllifolius LC85, akuades, dan temephos. Ekstrak P. amaryllifolius memiliki mekanisme kerja sebagai racun saraf.

