• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Skripsi, Tesis dan Disertasi
    • Fakultas Kedokteran
    • Kedokteran
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Skripsi, Tesis dan Disertasi
    • Fakultas Kedokteran
    • Kedokteran
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Ekstrak Metanol Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius) LC85 Terhadap Kadar Asetilkolinesterase Larva Nyamuk Aedes Aegypti

    Thumbnail
    View/Open
    Halaman Judul (262.8Kb)
    Halaman Pernyataan Keaslian (134.9Kb)
    Kata Pengantar (305.1Kb)
    Abstrak (249.0Kb)
    Halaman Daftar Isi (251.5Kb)
    Halaman Daftar Gambar (242.2Kb)
    Halaman Daftar Tabel (241.3Kb)
    Halaman Daftar Lampiran (240.0Kb)
    Bab 1 (277.4Kb)
    Bab 2 (641.2Kb)
    Bab 3 (257.2Kb)
    Bab 4 (512.6Kb)
    Bab 5 (409.7Kb)
    Bab 6 (248.9Kb)
    Journal/Article (355.5Kb)
    Daftar Pustaka (262.4Kb)
    Lampiran 1 (1.078Mb)
    Lampiran 2 (241.0Kb)
    Lampiran 3 (125.1Kb)
    Lampiran 4 (239.0Kb)
    Lampiran 5 (264.3Kb)
    Lampiran 6 (135.7Kb)
    Date
    2022
    Author
    Anin, Lidya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Salah satu penyakit yang dibawa oleh nyamuk Ae. aegypti adalah Demam Berdarah  Dengue (DBD). Pengendalian nyamuk dapat dilakukan dengan berbagai cara salah  satunya dengan pengendalian secara kimiawi yang dilakukan dengan menggunakan  larvasida temephos. Larvasida temephos bekerja dengan menghambat enzim  asetilkolinesterase (AChE). Penggunaan temephos dapat menyebabkan resistensi  sehingga diperlukan larvasida dari bahan alami seperti ekstrak daun pandan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen murni (True- experimental design)  untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol P. amaryllifolius LC85 terhadap kadar  AChE pada larva nyamuk Ae. aegypti. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Pengujian dilakukan dengan  memberikan perlakuan pada larva nyamuk dengan ekstrak P. amaryllifolius,  akuades, dan temephos selama 24 jam dan diulang tiga replikasi. Hasil penelitian  menunjukkan kadar enzim AChE larva nyamuk Ae. aegypti yang terpapar ekstrak  P. amaryllifolius LC85 memiliki rata-rata kadar enzim AChE larva nyamuk yaitu  147,19 + 70,87 unit/l dengan kadar terendah 86,58 unit/l dan kadar paling tinggi  225,11 unit/l. Pada perlakuan dengan akuades, rerata kadar enzim AchE larva  nyamuk yaitu 323,23 + 36,05 unit/l dengan kadar terendah 294,37 unit/l dan kadar  paling tinggi 363,64 unit/l. Perlakuan dengan temephos memiliki rata-rata 279,94  + 4,99 unit/l dengan kadar terendah 277,06 unit/l dan kadar paling tinggi 285,71  unit/l. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar enzim AChE larva  nyamuk yang signifikan pada setiap kelompok perlakuan dengan P. amaryllifolius LC85, akuades, dan temephos. Ekstrak P. amaryllifolius memiliki mekanisme kerja sebagai racun saraf.
    URI
    https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9390
    Collections
    • Kedokteran

    Copyright©  2017 - LPPM & Library Of Universitas Ciputra
    »»» UC Town CitraLand, Surabaya - Indonesia 60219 «««
    Powered by : FreeBSD | DSpace | Atmire
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    Login

    Copyright©  2017 - LPPM & Library Of Universitas Ciputra
    »»» UC Town CitraLand, Surabaya - Indonesia 60219 «««
    Powered by : FreeBSD | DSpace | Atmire