Show simple item record

dc.contributor.authorAdrianto, Hebert
dc.date.accessioned2018-01-12T03:03:13Z
dc.date.available2018-01-12T03:03:13Z
dc.date.issued2017-12-29
dc.identifier.issn2338-9982
dc.identifier.urihttps://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/1164
dc.description.abstractInfeksi cacing merupakan permasalahan yang banyak ditemukan di negara berkembang dan belum tuntas diselesaikan. Sayur lalapan dapat menjadi media penularan telur cacing ke manusia. Tujuan tulisan ini adalah mengidentifikasi jenis telur cacing yang ditemukan pada sayuran dan upaya pencegahan menurut siklus hidup cacing tersebut. Tulisan ini mengkaji 4 jurnal penelitian Indonesia, 22 jurnal penelitian internasional, website WHO, dan buku teks yang relevan dengan topik kajian. Hasil kajian menunjukkan jenis telur cacing yang ditemukan pada sayuran tidak hanya Nematoda Soil Transmitted Helminth (STH) seperti Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Necator americanus, Ancylostoma duodenale, dan Strongyloides stercoralis, tetapi juga Nematoda lainnya (Trichostrongylus, Toxocara, Trichocephal, dan Enterobius vermicularis), kelompok cacing Cestoda (Taenia spp., Hymenolepis nana, dan H. diminuta), kelompok Trematoda (Heterophyes heterophyes, Clonorchis sinensis, Fasciola, dan Dicrocoelium dendriticum). Setiap spesies cacing memiliki siklus hidup dan hospes perantara yang berbeda. Upaya pencegahan untuk menghindari risiko infeksi memerlukan kerja sama lintas program, lintas sektor, dan masyarakat dengan memperhatikan siklus hidup cacing.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherBalai Litbang P2B2 Banjarnegaraen_US
dc.subjectsayur, telur cacing, pencegahan, kerjasamaen_US
dc.titleKontaminasi Telur Cacing pada Sayur dan Upaya Pencegahannyaen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record