| dc.contributor.author | Liem, Andrian | |
| dc.date.accessioned | 2013-05-30T04:50:23Z | |
| dc.date.available | 2013-05-30T04:50:23Z | |
| dc.date.issued | 2012-11 | |
| dc.identifier.citation | Liem, A. (2012). Aplikasi intervensi holistik bagi pasien terinfeksi hiv: Bagaimana psikolog berperan?. In Proceeding, Paradigma Biopsikososial dan Spiritual Dalam Praktik Psikologi Klinis (pp. 065-080). Retrieved from http://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/161 | |
| dc.identifier.uri | http://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/161 | |
| dc.description.abstract | Kementerian Kesehatan RI mencatat total orang terinfeksi HIV dan kasus AIDS hingga ]uni 2010 sebanyak 21.770 orang dan meningkat menjadi 26.483 orang pada akhir ]uni 2011. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional memproyeksikan di tahun 2014 prevalensi HIV pada populasi usia 15-49 tahun akan mencapai 0,37% dan kasus kumulatif pada anak-anak sebanyak 34.287 di seluruh Indonesia. Melihat data tersebut, usaha preventif untuk mencegah epidemi HIV perlu diimbangi dengan usaha kuratif bagi pasien terinfeksi HIV. Paper ini bertujuan menjabarkan aplikasi intervensi holistik yang dapat diterapkan psikolog kepada pasien HIV dan AIDS. Menurut HIMPSI, intervensi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana berdasar hasil asesmen untuk mengubah keadaan seseorang, kelompok orang atau masyarakat yang menuju kepada perbaikan atau mencegah memburuknya suatu keadaan. Sementara holistik adalah sesuatu yang bersifat menyeluruh, dalam hal ini adalah paradigma biopsikososial spiritual. Telah terbukti bahwa keempat hal tersebut saling mempengaruhi sehingga penanganan pasien HIV dan AIDS perlu memakai paradigma biopsikososial spiritual. Pada bidang biologi, psikolog dapat berperan antara lain dengan konsultasi gaya hidup; kepatuhan meminum obat; psikoedukasi tentang fase, penularan, dan pencegahan HIV. Secara psikologi, psikolog berperan melalui meningkatkan penerimaan diri pasien dan managemen stress. Di bidang sosial, peran psikolog antara lain dengan memberi psikoedukasi pada keluarga pasien agar dapat menjadi support system; membuat kelompok dukungan sebaya: dan mendorong petugas kesehatan lainnya menggunakan paradigma biopsikososial spiritual. Oleh karena itu, holistik juga dapat diartikan pelibatan seluruh orang yang terkait dengan pasien terinfeksi HIV. Sementara secara spiritual, psikolog memfasilitasi pasien untuk menemukan makna dan tujuan hidup; mendorong melakukan praktik keagamaan seperti berdoa dan membaca kitab suci; serta mengajarkan meditasi mindfulness dan relaksasi yang terbukti berpengaruh dengan kekebalan tubuh. Dapat disimpulkan bahwa psikolog dapat berperan dalam intervensi pasien terinfeksi HIV melalui pengaplikasian paradigrna biopsikososial spiritual dan bekerja sarna dengan profesi atau petugas kesehatan lainnya, serta keluarga dan teman pasien terinfeksi HIV. | en_US |
| dc.publisher | Proceeding, Paradigma Biopsikososial dan Spiritual Dalam Praktik Psikologi Klinis – Cetakan Pertama, November 2012 – ISBN: 978-602-17123-0-6 - Sekretariat Temu Ilmiah Nasional I Ikatan Psikologi Klinis Indonesia. | en_US |
| dc.subject | Intervensi, Biopsikososial Spiritual, HIV dan AIDS. | en_US |
| dc.title | Aplikasi Intervensi Holistik Bagi Pasien Terinfeksi HIV: Bagaimana Psikolog Berperan? | en_US |
| dc.type | Article | en_US |