Show simple item record

dc.contributor.authorHartono, Widjaja
dc.date.accessioned2013-06-04T03:40:25Z
dc.date.available2013-06-04T03:40:25Z
dc.date.issued2011-02
dc.identifier.citationHartono, W. (2011). Pendidikan entrepreneurship: Upaya peningkatan kemakmuran dan daya saing bangsa di era globalisasi. In Prosiding, Gelombang Baru Digitalpreneurship Untuk Menunjang Peningkatan Daya Saing Bangsa (pp. a.38.1-A.38.7). Retrieved from http://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/187
dc.identifier.urihttp://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/187
dc.description.abstractIndonesia merupakan salah satu emerging market di kawasan Asia, kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Dengan dimotori oleh China dan India, kawasan ini akan rnenjadi powerhouse dan penggerak kemajuan ekonomi dunia di masa yang akan datang, Selain itu kita tidak bisa mengabaikan gerakan perjanjian perdagangan bebas regional dan organisasi regional seperti AFTA, ASEAN dan APEC yang akan semakin mernegang peranan penting di rnasa yang akan datang. Entrepreneurship merupakan sesuatu yang sedang digalakkan di hampir semua negara yang ingin mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan taraf kemakmurannya. Mendidik sumber daya manusia menjadi seseorang yang berjiwa entrepreneur rnerupakan salah satu eara untuk mencapai tujuan tersebut, Ada 4 alasan utama mengapa entrepreneurship sangat penting dan perlu diajarkan di perguruan tinggi. Pertama, kebanyakan generasi muda tidak dibesarkan dalam budaya wirausaha.inspirasi dan latihan usaha tidak banyak diajarkan sejak dini. Kedua, tingginya pengangguran di Indonesia yang rnencapai 10% pada tahun 2009/2010, termasuk fakta bahwa banyak dari mereka adalah para sarjana dan lulusan diploma. Ketiga, lapangan kerja sangat terbatas, tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Keempat, pertumbuhan enterprencur selain dapat menampung tenaga kerja, juga dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat secara luas. Menurut Global Competitiveness Report pada tahun 2010 yang dilansir oleh World Economic Forum, Indonesia menempati posisi ke 44 dari 133 negara yang di survey. Laporan tersebut dinilai berdasarkan efisiensi bisnis, inovasi, kondisi pasar keuangan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, institusi pemerintah dan swasta. Kita kalah jauh dibanding Singapura yang menempati posisi ke 3 dan Malaysia yang berada di peringkat 26. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui pentingnya pendidikan entrepreneurship dan entrepreneurship itu sendiri terhadap upaya peningkatan kemakmuran dan daya saing bangsa di era globalisasi. Di rnasa yang akan datang tidak ada satupun negara yang bisa hidup sendiri di tengah tengah arus globalisasi yang melanda semua kawasan di dunia,en_US
dc.publisherProsiding, Gelombang Baru Digitalpreneurship Untuk Menunjang Peningkatan Daya Saing Bangsa – February 2011 – ISBN: 978-602-97491-2-0 – Program studi MMT-ITS.en_US
dc.subjectPendidikan Entrepreneurship, Indeks Daya Saing Negara, Globalisasien_US
dc.titlePendidikan Entrepreneurship: Upaya Peningkatan Kemakmuran Dan Daya Saing Bangsa Di Era Globalisasi.en_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record