| dc.description.abstract | Mengantisipasi akulturasi, perubahan nilai, idealisme, gaya hidup, struktur sosial, dan aspek-aspek budaya yang lain, penelitian ini menekankan munculnya perubahan-perubahan dalam Pecinan, kantung urban yang tersebar di banyak kota dan negara, sebagai produk perubahan dalam politik. Transformasi lingkungan masal ini akan ditinjau secara keseluruhan melalui pengamatan terhadap ciri-ciri fisik dalam skala urban. Tulisan ini bertujuan untuk membandingkan dampak perubahan politik yang bermanfaat terhadap identitas budaya Pecinan masa kini di beberapa kota di negara-negara di Asia, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung di lapangan dan analisis struktural terhadap tampak muka dan tapak bangunan di masing-masing negara. Hasilnya menunjukkan beberapa ciri, yang secara menakjubkan sama, sebagai karakteristik muka dan struktur urban Pecinan kekinian lintas negara. Wajah khas Pecinan ditunjukkan secara khusus dengan warna, penggunaan alat-alat penanda komersil, dan dekorasi, yang mengacu pada identitas budaya Cina. Struktur khas wilayahnya dicirikan oleh hubungan langsung dan kuat antara bangunan-bangunannya dengan jalan melalui cara tertentu. Implikasi penelitian ini adalah, meskipun memaksakan munculnya perubahan besar pada lingkungan, dalam hal ini Pecinan, perubahan dalam politik di masing-masing negara telah secara efektif berpengaruh positif, yaitu mendorong penyampaian identitas budaya masyarakat keturunan Cina secara terbuka dan berani untuk mencapai kemakmuran dan meneruskan keberadaannya. | en_US |