KONFIGURASI DETAIL SAMBUNGAN ATAP RUMAH POHON TERINSPIRASI WOLET NGANDO PADA MBARU NIANG
Abstract
Pemilihan dan penentuan komponen fitur dari atap yang merupakan elemen penting dari sebuah bangunan ditentukan oleh kondisi iklim dimana bangunan tersebut berada. Salah satu masalah yang sering muncul adalah kebocoran yang bersumber dari detail sambungan atap, terutama jika bangunan tersebut adalah bangunan rumah pohon. Perlakuan khusus pada sambungan atap akan diperlukan untuk menyesuaikan dengan kondisi alam terlebih curah hujan, baik faktor fisik batang pohon itu sendiri maupun faktor luar yang mempengaruhinya. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana desain sambungan atap yang responsif terhadap kondisi iklim terlebih kebocoran akibat curah hujan yang tidak hanya ada di sekeliling pohon namun aliran hujan yang mengalir diseluruh permukaan badan batang pohon tempat bangunan rumah pohon berada. Metode desain yang digunakan adalah dengan pendekatan inspirasi yang mana pendekatan ini cenderung lebih obyektif dan akurat, salah satu metode desain yang memiliki kesamaan strategi dengan pendekatan inspirasi adalah metode grafik morfologi. Obyek yang digunakan sebagai inspirasi adalah sambungan atap pada rumah adat Mbaru Niang yaitu Wolet Ngando dengan menguraikan dan mengidentifikasi terhadap fungsi dan fitur yang ke dalam tabel-tabel morfologi, sehingga menghasilkan sub-sub solusi yang tersusun menjadi konfigurasi detail sambungan atap pada rumah pohon.

