Studi Eksplorasi Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi pada Remaja Panti Asuhan di Surabaya
Abstract
Pada masa remaja peminatan tentang seks meningkat karena terkait erat dengan pubertas di mana
kematangan organ-organ reproduksi remaja mulai terjadi. Kurangnya pemahaman tentang
kesehatan reproduksi memperbesar kemungkinan remaja untuk melakukan perilaku seks berisiko.
Akan tetapi penelitian tentang pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja panti asuhan di
Surabaya masih minim. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengeksplorasi pengetahuan
kesehatan reproduksi pada remaja panti asuhan di Surabaya. Penelitian ini berpotensi untuk
menjadi bahan evaluasi panti asuhan dalam pengembangan anak asuhnya. Metode kuantitatif
yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi eksploratif pada lima panti asuhan di Surabaya.
Sampel pada penelitian ini adalah remaja panti asuhan di Surabaya yang berusia 15-19 tahun,
tinggal di panti asuhan baik yang memiliki orangtua maupun tidak, serta dapat membaca angket
yang diberikan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data
penelitian diperoleh melalui tes pengetahuan kesehatan reproduksi dengan jawaban benar
mendapat satu poin dan jika salah tidak akan mendapatkan poin. Tes tersebut terdiri dari 30 item
dengan enam aspek, yaitu pubertas, jender, orientasi seksual, perilaku seksual, kekerasan seksual,
dan infeksi menular seksual. Hasil analisis data rata-rata per aspek pengetahuan kesehatan
reproduksi pada remaja panti asuhan di Surabaya adalah: pubertas (0,72), jender (0,62), orientasi
seksual (0,79), perilaku seksual (0,79), kekerasan seksual (0,45), dan infeksi menular seksual
(0,84). Berdasarkan uji tabulasi silang, variabel yang membedakan tingkat pengetahuan
kesehatan reproduksi remaja panti asuhan adalah usia dan jenis kelamin. Dapat disimpulkan
bahwa remaja laki-laki di panti asuhan di Surabaya yang berusia 17-18 tahun membutuhkan
pengetahuan kesehatan reproduksi, khususnya tentang kekerasan seksual.
