| dc.description.abstract | Ilmu manajemen dapat dipahami sebagai kurnpulan disiplin ilmu sosial yang mempelajari dan melihat manajemen sebagai fenomena dari masyarakat modern. Di mana fenomena masyarakat modern itu merupakan gejala sosial yang membawa perubahan terhadap organisasi. Kata Manajemen berasal dati bahasa Perancis kuno menagement, yang memiliki arti: seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet dalam Robbins, Stephen P., and Mary Coulter (2002:34) mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin dalam Daft, Richad L, (2006; 24) mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Aktivitas bisnis tentunya membutuhkan ilmu manajemen untuk diimplementasikan, dalam upaya mencapai tujuan bisnis tersebut, yang tidak lain adalah laba atau profit. Laba atau keuntungan dapar didefinisikan dengan dua cara, yang pertama laba dalam ilmu ekonomi murni (dan ini lebih sesuai dalam konteks pendekatan ilmu manajemen) yakni sebagai peningkatan kekayaan seorang investor sebagai hasil penanam modalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan penanaman modal tersebut (termasuk di dalamnya, biaya kesempatan). Sementara itu, laba dalam akuntansi didefinisikan sebagai selisih antara harga penjualan dengan biaya produksi. Perbedaan di antara keduanya adalah dalam hal pendefinisian biaya. Laba dalam konteks bahasan individu bisa dimaknai sebagai "kekayaan " atau "uang" mengingat terjadinya
peningkatan kekayaan seorang investor tersebut dapat terwujud secara faktual dengan jurnlah uang yang semakin meningkat. | en_US |