Show simple item record

dc.contributor.authorNurhadi, Stefani
dc.contributor.authorWartiningsih, Minarni
dc.date.accessioned2022-10-10T04:40:03Z
dc.date.available2022-10-10T04:40:03Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.issn2580-5967
dc.identifier.urihttp://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/5384
dc.description.abstractJerawat adalah kelainan kelenjar pilosebasea yang banyak diderita oleh remaja yang meskipun dapat sembuh sendiri tetapi dapat bekomplikasi skar permanen dan dampak psikologis. Oleh karena itu penting untuk meneliti perilaku remaja dalam mengatasi jerawatnya sehingga dapat diberikan edukasi yang sesuai sehingga komplikasi dapat dihindari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku remaja di Surabaya Barat dalam pengobatan jerawat. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Cara sampling yaitu cluster random sampling dengan variabel bebas yaitu perilaku remaja dalam pengobatan jerawat. Populasi adalah seluruh remaja yang berada di Surabaya Barat dengan besar sampel 251 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Variabel yang dinilai yaitu jenis kelamin, umur, kondisi jerawat, penyebab jerawat yang paling dicurigai, skor persepsi diri akibat jerawat, lamanya berjerawat, pengobatan jerawat, jenis pengobatan jerawat dan cara pengobatan jerawat oleh diri sendiri. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar subyek penelitian mengobati jerawatnya 185 orang (73.7%), namun hanya 45 orang (24,3%) yang berkonsultasi ke dokter. Subyek yang mengobati jerawatnya sendiri terbanyak memakai produk anti jerawat non sabun yang dibeli di supermarket 76 orang (36,7%), sering mencuci muka dilaporkan 55 orang (21,9%), memencet jerawat sendiri dilaporkan 39 orang (15,5%) dan memakai produk anti jerawat non sabun yang dibeli secara online dilaporkan 36 orang (14,3%). Jenis kelamin, lamanya berjerawat dan tingkat pendidikan tidak berhubungan secara statistik dengan perilaku help seeking. Kesimpulannya perilaku help seeking remaja di Surabaya Barat dalam pengobatan jerawat cenderung memilih mengobati jerawatnya daripada berkonsultasi ke dokter. Subyek yang mengobati jerawatnya sendiri mayoritas menggunakan produk anti jerawat non sabun yang dibeli di supermarket. Serta tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan dan lamanya berjerawat dengan perilaku help seeking pada remaja di Surabaya Baraten_US
dc.publisherJurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusumaen_US
dc.subjectjerawat, remaja, pengobatanen_US
dc.titlePerilaku Remaja di Surabaya Barat dalam Pengobatan Jerawaten_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record