Peran Resolusi Konflik Dan Ekspresivitas Emosi Terhadap Kepuasan Pernikahan Pada Masa Awal Pernikahan
Abstract
Masa awal menikah sangat identik dengan permasalahan adaptasi yang perlu
dihadapi oleh pasangan. Salah satu faktor yang juga berkontribusi pada pernikahan di
Indonesia adalah adanya kultur kolektivistik. Kepuasan pernikahan menjadi tolak ukur
dalam menentukan seberapa berhasilnya pasangan melakukan adaptasi dalam hubungan
mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari resolusi konflik dan
ekspresivitas emosi terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan masa awal menikah.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain korelasional dengan partisipan
berjumlah 102 orang dengan usia pernikahan 3-5 tahun sebagai subjek penelitian. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa resolusi konflik memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap kepuasan pernikahan (p= 0.018; F= 5.672) dengan kontribusi sebesar 5.4% (R2=
0.054), sedangkan variabel ekspresivitas emosi tidak memiliki pengaruh terhadap
kepuasan pernikahan pada masa awal menikah (p> 0.05).
