Show simple item record

dc.contributor.authorHenky, Alexander Wahyudi
dc.contributor.authorPranatasari, Fransisca Desiana
dc.date.accessioned2015-09-03T10:39:43Z
dc.date.available2015-09-03T10:39:43Z
dc.date.issued2015-05
dc.identifier.issn2089-1040
dc.identifier.urihttps://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/566
dc.description.abstractDalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan berlaku efektif mulai akhir tahun 2015, sektor pariwisata Indonesia yang saat ini merupakan penyumbang ke dua terbesar setelah migas perlu meningkatkan perencanaan stratejiknya untuk meningkatkan penerimaan devisa, memperkenalkan kebudayaan dan memperluas lapangan kerja. Seperti diketahui Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau atau disebut juga negara maritim. Peneliti menyadari pentingnya peningkatan industri pariwisata di Indonesia karena tingkat efektivitas program pariwisatanya masih sangat rendah bila dibandingkan dengan negara-negara Asean. Hal ini disebabkan oleh koordinasi, sinergi dan konsistensi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (lokal) belum dikelola secara efektif dan sistematis.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data sekunder sebagai alat penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa peta stratejik dari sektor pariwisata sangat berguna untuk bersaing di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sehingga Indonesia menjadi negara entrepreneur yang berkelanjutan, khususnya di bidang industry pariwisata.en_US
dc.publisherProceeding Call For Paper SNKIP – 5 Mei 2015 – ISSN: 2089-1040 – Universitas Tarumanagaraen_US
dc.subjectManajemen Strategis, Industri Pariwisata, Entrepreneurship, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).en_US
dc.titleStrategic Plan Untuk industri Pariwisata Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)en_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record