Show simple item record

dc.contributor.authorTantana, Olivia
dc.contributor.authorPribadi, Florence
dc.contributor.authorSuryadi, Ekadana Prayoga
dc.contributor.authorThiotansen, Keith Justine
dc.contributor.authorSaputra, Reynaldi Hardianto
dc.contributor.authorAngeline, Priscilla
dc.contributor.authorYolanda, Novia
dc.date.accessioned2023-01-27T04:15:30Z
dc.date.available2023-01-27T04:15:30Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.issn2089-0834
dc.identifier.urihttp://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/5774
dc.description.abstractColchicine merupakan alkaloid toksik dan karsinogenik yang diperoleh dari ekstrak tumbuhan Colchium autumnale dan telah digunakan untuk mengobati radang sendi (gout) selama berabad-abad. Hasil uji klinis menunjukkan bahwa colchicine dosis rendah efektif untuk penatalaksanaan gout akut serta untuk profilkasis pemeliharaan jangka panjang dan penggunaan colchicine diketahui mengurangi gejala respon inflamasi yang berkaitan dengan COVID-19 dan mengurangi frekuensi manifestasi lain seperti infiltrat paru, sakit kepala dan artralgia. Namun, sejauh ini penelitian telah menunjukkan bahwa colchicine tidak digunakan sebagai pengobatan awal atau primer untuk mengobati COVID-19 tetapi sebagai pengobatan yang “off-label” sebagai respons terhadap hiper-inflamasi yang disebabkan oleh pelepasan sitokin.en_US
dc.publisherJurnal Ilmiah Stikes Kendalen_US
dc.subjectcolchicine; covid-19; gouten_US
dc.titleCOLCHICINE FROM GOUT TO COVID-19en_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record