PENGUJIAN BIOVIGORAN BERBASIS SBE HASIL BIOPROSES SEBAGAI PEMBENAH TANAH
Abstract
Salah satu upaya untuk mempercepat proses pemulihan lahan pertanian yang terdegradasi adalah dengan menggunakan pembenah tanah tanah sebagai upaya menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman, mengembangkan biota tanah, melindungi lingkungan sekitar, dan meningkatkan ketahanan tanah terhadap erosi. Dengan demikian pembenah tanah harus memiliki kemampuan untuk memfasilitasi penyediaan unsur hara, air dan udara secara optimal. Untuk menguji kemampuan beberapa pembenah tanah, rancangan percobaan terdiri dari beberapa perlakuan antara lain kontrol (tanpa pembenah tanah), Zeolit (pembenah tanah anorganik), dan Bio Vigorant berbasis Spent Bleaching Earth (SBE) sebagai pembenah tanah organik dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bio Vigorant memenuhi syarat baku mutu lingkungan berdasarkan peraturan pemerintah dan memenuhi syarat mutu teknis sebagai pembenah tanah dengan fungsi khusus. Meskipun penggunaan Bio Vigorant dapat memperbaiki sifat kimia tanah, namun tidak berdampak signifikan terhadap faktor agronomi. Penggunaan Bio Vigorant tidak mengakumulasi logam berat seperti AS, Hg, Pb, Cd, Cr, Ni terhadap tanah, air, dan tanaman di sekitarnya, namun menunjukkan efek yang sebanding dengan zeolit dalam hal sifat kimianya terhadap pertumbuhan tanaman. Sebagai pembenah tanah organik, Bio Vigorant memenuhi semua persyaratan teknis minimum. Penggunaan Bio Vigorant sebagai pembenah tanah organik untuk komoditas tanaman pertanian khususnya jagung tidak memberikan kontribusi negatif terhadap akumulasi logam berat di tanah dan air lingkungan sekitar. Faktanya, berdasarkan analisis neraca massa, Bio Vigorant tidak menunjukkan adanya potensi akumulasi pada tanaman pangan pada musim tanam berikutnya.
