Potensi Industri Pangan dalam Pengembangan Pariwisata Bromo: Persepsi Penduduk Desa Wonokitri
Abstract
Pembangunan pariwisata di kawasan Bromo berpotensi merusak budaya Tengger akibat
masuknya budaya asing yang dibawa wisatawan, seperti tergilasnya pangan warisan budaya
Tengger oleh jenis makanan yang lebih populer dikenal wisatawan. Peran industri pangan
penting untuk mendukung citra pangan warisan budaya Tengger, antara lain meningkatkan
kapasitas produksi, sanitasi, keamanan, standar kualitas, umur simpan, dan penanganan limbah
makanan. Permasalahan yang dihadapi adalah kesiapan sumber daya manusia hingga teknologi
masyarakat Tengger serta seberapa jauh kesediaan masyarakat Tengger dalam menyerap
perkembangan zaman tanpa mengubah adat budaya tradisional mereka. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui persepsi masyarakat Tengger yang tinggal di Desa Wonokitri, Pasuruan,
terhadap potensi pengembangan industri pangan di sana. Metode penelitian yang dipilih adalah
penelitian kuantitatif secara sampling kuota terhadap 400 orang penduduk Desa Wonokitri di
Pasuruan dengan menggunakan kuesioner. Ditemukan bahwa meskipun mayoritas responden
berpendapat bahwa industri pangan sangat mungkin untuk didirikan di Wonokitri, kurangnya
minat penduduk dan kurangnya keterampilan menjadi penghambat yang paling utama. Selain
itu, kurang dari separuh responden terjangkau penyuluhan dan kurang dari seperempatnya
terjangkau bantuan modal pemerintah. Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk
pengembangan pariwisata Bromo yang berkelanjutan, baik untuk konservasi alam maupun
konservasi budaya Tengger.

