Perancangan Occasion Wear Genderfluid Style dengan Aplikasi Free Motion Embroidery
Abstract
Diskriminasi terhadap pria feminin bukanlah hal yang disebut asing di Indonesia dikarenakan adanya budaya patriarki yang masih sering ditemui yang memberikan ekspektasi yang berbeda-beda terhadap perempuan dan laki-laki. Pria-pria feminin di Indonesia seringkali mendapatkan perlakuan diskriminatif oleh masyarakat karena melanggar norma gender. Hal ini membuat kurang tersedianya pakaian bagi kelompok tersebut. Maka dari itu, penulis ingin membuat sebuah koleksi pakaian genderfluid gaya romantic dengan aplikasi free-motion embroidery. Selain untuk menambahkan nilai estetika pada koleksi, free-motion embroidery ini juga digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai permasalahan berbasis gender yang ada di Indonesia. Perancangan ini berfokus untuk menjadi media bagi kelompok tersebut untuk mengekspresikan diri dan sebagai sarana kampanye untuk mingkatkan kesadaran masyarakat mengenai permasalahan ini. Perancangan bertujuan pada target pasar pria dan wanita pada usia 20-35 tahun yang memiliki ketertarikan di bidang fesyen dan ingin untuk mengekspresikan diri. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer berupa narasumber yang diambil dalam perancangan ini berjumlah 18 informan terdiri 6 experts dan 12 extreme users, melakukan analisa mengenai konsep desain, tren, dan preferensi personal para narasumber, dan data sekunder menggunakan studi literatur. Metode perancngan menggunakan metode design thinking. Koleksi desain berkonsep romatic gaya genderfluid menghasilkan pakaian dengan siluet I, T, dan A dengan total empat atasan, satu jas, satu vest, tiga korset, lima bawahan, dan satu overskirt.

