Perancangan Busana Street Wear Wanita Menggunakan Upcycle Denim Waste dengan Teknik Sashiko
Abstract
Fashion dianggap sebagai industri dengan polusi tertinggi kedua di dunia. Industri fashion bertanggung jawab atas 2,1 miliar ton emisi karbon setiap tahun.Berbagai dampak industri fashion terhadap krisis iklim di antaranya terkait air, bahan kimia, penggundulan hutan, limbah tekstil, serta mikroplastik yang tidak bisa terurai secara alami. kain denim adalah salah satu jenis kain yang susah terurai. Dengan produksi satu celana jeans bisa menghabiskan 7.500 liter air. Selain membutuhkan bahan dan penghasil limbah yang sekala besar dari pembuatannya, Oleh karena itu, penelitian ini melakukan percobaan untuk mendaur ulang limbah kain denim yang bekerjasama dengan industry Triple Jeans. Upcycle Fashion adalah mengubah pakaian ataupun bahan pakaian yang tidak terpakai mengubahnya menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah dari sebelumnya. Penelitian ini tentang perancangan busana Street Wear wanita dengan pemanfaatan sisa kain denim menggunakan teknik sashiko yang diadaptasi dari budaya Jepang. Pengembangan motif dari Jepang dapat menambah nilai estetika busana Street Wear wanita. Perancangan ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode Design Thinking sehingga menghasilkan luaran berupa perancangan yang bersifat analisis-deskriptif dan dilakukan dengan wawancara. Penelitian ini menghasilkan 1 koleksi busana Ready To Wear dengan 5 looks yang memiliki style edgy menggunakan material sisa kain denim. Teknik sashiko juga diaplikasikan selain untuk menambah nilai estetika tetapi juga memiliki manfaat memperkuat kain. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk merancang busana dengan pemanfaatan limbah denim dari hasil sisa pabrik serta mengedukasi konsumen agar lebih peduli dengan zero waste.

