| dc.description.abstract | Latar Belakang:
Infeksi nosokomial atau Healthcare-Associated Infections (HAIs) masih menjadi
masalah utama dalam pelayanan kesehatan rumah sakit karena berdampak pada keselamatan
pasien, lama rawat, dan biaya perawatan. Salah satu upaya pencegahan paling efektif dan
berbiaya rendah adalah penerapan kebersihan tangan melalui Cuci Tangan Pakai Sabun
(CTPS) oleh tenaga kesehatan. Namun, tingkat kepatuhan terhadap CTPS di ruang rawat inap
masih bervariasi.
Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan CTPS
tenaga kesehatan dengan angka kejadian infeksi nosokomial di ruang rawat inap rumah sakit
pemerintah di Kota Surabaya.
Metode:
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan
observasional. Kepatuhan CTPS diukur melalui observasi langsung menggunakan instrumen
standar WHO Five Moments for Hand Hygiene. Data kejadian infeksi nosokomial diperoleh
dari laporan surveilans rumah sakit. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji statistik
yang sesuai.
Hasil:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang rawat inap dengan tingkat kepatuhan
CTPS yang lebih tinggi cenderung memiliki angka kejadian infeksi nosokomial yang lebih
rendah, terutama pada kasus plebitis dan infeksi saluran kemih (ISK). Terdapat hubungan
bermakna antara kepatuhan CTPS dan penurunan kejadian infeksi nosokomial (p < 0,05).
Kesimpulan:
Kepatuhan terhadap CTPS berhubungan dengan penurunan angka kejadian infeksi
nosokomial. Penguatan edukasi, penyediaan fasilitas yang memadai, serta monitoring
kepatuhan CTPS secara berkala perlu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan
HAIs di rumah sakit. | en_US |