| dc.description.abstract | Gangren diabetikum merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan kecacatan pada pasien diabetes melitus, khususnya di negara berkembang dengan keterbatasan akses terhadap perawatan kesehatan preventif dan komprehensif. Kondisi ini didefinisikan sebagai nekrosis jaringan pada ekstremitas bawah yang terjadi akibat interaksi patologis antara neuropati, angiopati, dan infeksi pada penyandang diabetes. Meskipun telah terjadi kemajuan dalam bidang bedah vaskular dan perawatan luka, gangren diabetikum masih menunjukkan angka amputasi dan mortalitas yang tinggi, terutama pada pasien dengan komorbiditas berat dan kontrol glikemik yang buruk. Tantangan utama dalam penanganannya meliputi kompleksitas komorbiditas sistemik, risiko perioperatif yang meningkat, serta variasi dalam pemilihan pendekatan anestesi dan manajemen nyeri di berbagai fasilitas kesehatan. Artikel ini bertujuan untuk membahas implikasi klinis diabetes melitus terhadap perkembangan gangren dan menganalisis pendekatan anestesi regional yang optimal berdasarkan telaah pustaka komprehensif. Penulisan artikel menggunakan metode tinjauan naratif terhadap literatur terkait epidemiologi, patofisiologi kaki diabetik, serta prinsip-prinsip anestesiologi pada pasien dengan penyakit sistemik kompleks. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa anestesi regional berhubungan erat dengan peningkatan kualitas analgesia pasca bedah, reduksi komplikasi paru, dan potensi perbaikan luaran penyembuhan luka. Evaluasi pra-anestesi yang komprehensif, dengan fokus pada neuropati otonom dan kontrol glikemik, menjadi kunci keberhasilan tatalaksana. Pemberian terapi anestesi yang terindividualisasi, disertai manajemen perioperatif multidisiplin yang adekuat, terbukti berperan penting dalam memperbaiki luaran klinis. Kesimpulannya, gangren diabetikum merupakan kondisi klinis serius dengan implikasi luas terhadap kualitas hidup dan survival pasien, sehingga diperlukan pendekatan komprehensif, multidisipliner, dan berbasis bukti dalam asesmen dan tatalaksana anestesi untuk menurunkan beban morbiditas dan mortalitas. | en_US |