Pengaruh Good Corporate Governance dan Economic Value Added terhadap Harga Saham Perusahaan Industri Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2019
Abstract
Dalam pemilihan emiten saham, investor perlu melakukan analisis terlebih dahulu. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah melihat bagaimana pihak manajemen dalam mengelola perusahaan dan melihat hasil kinerja perusahaannya. Pihak manajemen perlu menerapkan good corporate governance dalam mengelola perusahaannya. Namun, kesadaran penerapan GCG di Indonesia masih terbilang rendah dibandingkan negara Asia lainnya sehingga dapat memengaruhi kinerja pihak manajemen yang dapat berpengaruh juga terhadap kinerja perusahaan. Agar perusahaan dapat mengetahui nilai tambah yang dihasilkan, perlu digunakan perhitungan economic value added. Perhitungan EVA ini mempertimbangkan biaya modal yang dapat membawa keuntungan bagi investor yang menanamkan modalnya. Oleh sebab itu, peneliti ingin mengetahui apakah GCG dan EVA dapat berpengaruh terhadap harga saham perusahaan. Penelitian ini berjudul “Pengaruh GCG dan EVA terhadap harga saham perusahaan industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia tahun 2010- 2019”. Variabel independen dalam penelitian ini adalah good corporate governance yang diproksikan menjadi dewan direksi, dewan komisaris independen, komite audit, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional serta economic value added sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah harga saham. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 16 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2010-2019. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan periode 2010- 2019 yang didapatkan dari website resmi perusahaan dan website BEI. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS 22. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dewan direksi dan EVA memiliki pengaruh positif terhadap harga saham. Artinya, semakin besar jumlah dewan direksi dan EVA maka harga saham akan semakin meningkat. Kepemilikan manajerial memiliki pengaruh negatif terhadap harga saham. Artinya, semakin besar jumlah kepemilikan manajerial maka harga saham akan semakin menurun. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel independen lainnya seperti dewan komisaris independen, komite audit dan kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham.

