Model Komunikasi Kesehatan Pada Masyarakat Pedesaan Indonesia (Studi Pada Sosialisasi Buku Pintar KIA Bagi Calon Pengantin di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur)
Abstract
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur mencanangkan program Buku Pintar Kesehatan Ibu dan Anak Bagi Calon Pengantin (KIA Catin) sebagai salah satu upaya peningkatan angka harapan hidup Ibu dan Bayi. Dalam buku tersebut dijelaskan mengenai persiapan pra nikah, kesehatan
dalam pernikahan, masa kehamilan, persalinan, sampai perawatan bayi baru lahir. Salah satu pelaksana program ini adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Tantangan khusus pada Kabupaten Trenggalek yaitu kondisi geografisnya yang tersebar mulai dari wilayah pegunungan sampai pesisir pantai, sehingga karakteristik masyarakatnya juga menjadi lebih beragam. Maka dari itu diperlukan sebuah cara komunikasi yang dapat menjangkau masyarakat secara efektif agar program ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Berangkat dari kondisi tersebut, dalam karya tulis ini dijabarkan mengenai model komunikasi kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek dalam sosialisasi Buku Pintar KIA Catin. Model komunikasi yang dilakukan adalah komunikasi berjenjang dengan cara komunikasi kelompok dan komunikasi interpersonal. Jenjang pertama adalah dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek. Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek melanjutkan kepada pamong masyarakat dalam bentuk penyuluhan. Lalu pamong masyarakat meneruskan kepada masyarakat disekitarnya melalui komunikasi kelompok maupun komunikasi interpersonal. Keberhasilan model komunikasi ini ditunjang oleh penyesuaian pesan di masing-masing jenjang, sesuai dengan field of experiences dari masing-masing komunikator kepada komunikan. Diharapkan tulisan ini dapat menambah referensi bagi bidang ilmu komunikasi terutama dalam ranah komunikasi kesehatan, serta dapat menjadi acuan bagi lembaga-lembaga lain yang juga ingin melakukan sosialisasi pada masyarakat pedesaan.

