PENGARUH ARUS KAS OPERASI, PROFITABILITAS, DAN LIKUIDITAS TERHADAP FINANCIAL DISTRESS (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG ADA PADA BEI PERIODE 2020 – 2021)
Abstract
Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi di tahun 2020 mengalami penurunan pendapatan yang mempengaruhi tingkat financial distres. Perusahaan menganalisis tingkat financial distress digunakan untuk mendeteksi perusahaan sebelum terjadi kebangkrutan. Teori sinyal menjelaskan mengenai dorongan perusahaan untuk memberikan sinyal kondisi perusahaan melalui laporan keuangan. Pendapatan perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi mengalami keadaan lesu pada akhir kuartal I-2020, akan tetapi tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 1,35%. Fenomena pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi mengharuskan perusahaan menganalisis tingkat financial distress agar perusahaan tidak terjadi kebangkrutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus kas operasi, profitabilitas, dan likuiditas terhadap financial distress. Penelitian dilakukan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2021. Purposive sampling dilakukan untuk memilih sampel penelitian berdasarkan kriteria yang ditentukan terdapat 94 sampel. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari laporan keuangan perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel independent terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arus kas operasi terhadap kewajiban lancar, arus kas operasi terhadap total modal, dan arus kas operasi terhadap laba bersih tidak berpengaruh terhadap financial distress. ROA berpengaruh positif, dan NPM berpengaruh negative terhadap financial distress. ROE tidak berpengaruh terhadap financial distress. Rasio lancar, dan rasio kas tidak berpengaruh terhadap financial distress. Rasio cepat berpengaruh positif terhadap financial distress.

