Pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan GCG terhadap Tax Avoidance dan Perbedaan Tax Avoidance di Bursa Efek Negara ASEAN Sebelum dan Selama Covid-19
Abstract
Sejak akhir bulan Desember 2019, COVID-19 telah menyebar ke beberapa negara di dunia dalam skala terbatas. Puncaknya, pada Maret 2020, COVID-19 mulai masuk dan tersebar di negara - negara yang tergabung dalam ASEAN (Association of Southeast Asian Nations). Berbagai kebijakan yang dibuat perlu dipertimbangkan terlebih dahulu oleh pemerintah negara ASEAN untuk menghadapi krisis kesehatan selama pandemi dan membuat kebijakan pemulihan ekonomi pasca pandemi dalam waktu bersamaan. Salah satu solusi yang digunakan pemerintah negara di ASEAN adalah membuat kebijakan fiskal yang dituangkan melalui pemberian insentif pajak. Dengan adanya berbagai insentif atau stimulus fiskal, terdapat resiko menurunnya pendapatan negara dalam hal perpajakan. Dengan kata lain, terdapat indikasi terjadi peningkatan tax avoidance yang dilakukan oleh perusahaan selama pandemi covid-19. Mengingat, tax avoidance dapat dilakukan dengan memanfaatkan celah dalam kebijakan perpajakan. Sinyal untuk mendeteksi adanya praktik tax avoidance dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti profitabilitas, leverage, dan good corporate governance. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, leverage, dan good corporate governance terhadap tax avoidance serta mengetahui perbedaan tingkat tax avoidance sebelum dan selama pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek negara ASEAN pada tahun 2019 dan 2020. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari laporan keuangan masing - masing perusahaan yang telah diaudit. Metode analisa data penelitian ini adalah menggunakan uji asumsi klasik, uji regresi berganda, dan uji beda. Variabel profitabilitas diukur dari ROA, leverage diukur dari DER, dan tax avoidance diukur dari ETR (beban pajak dibagi laba sebelum pajak). Penelitian ini menggunakan size perusahaan sebagai variabel kontrol. Variabel GCG diproksikan ke dalam komite audit, kualitas audit, dan kompensasi eksekutif. Hasil penelitian in iadalah sebagai berikut: profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap tax avoidance, leverage, komite audit, dan kompensasi eksekutif tidak berpengaruh terhadap tax avoidance, kualitas audit berpengaruh positif signifikan terhadap tax avoidance. Sedangkan size perusahaan tidak berpengaruh terhadap tax avoidance sebagai variabel kontrol.

