Penggunaan Energi Terbarukan, Skor ESG, Biaya Modal dan Biaya Operasional Pada Kinerja Keuangan (Studi Pada Industri Pertambangan di Asia)
Abstract
Kebutuhan energi masyarakat dunia yang meningkat berpotensi memperluas jejak gas rumah kaca yang besar. Langkah ini menjadikan motivasi untuk perusahaan dalam melakukan transisi pada pemanfaatan energi terbarukan lebih cepat, dengan begitu setiap perusahaan dapat melibatkan penggunaan energi terbarukan dalam aktivitas operasionalnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi apakah perusahaan pertambangan yang memasukan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam strategi bisnisnya memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Mendeteksi adanya keuntungan dari penggunaan energi terbarukan pada perusahaan dengan menggunakan Natural Resource-Based View Theory di sektor pertambangan negara Asia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kinerja keuangan melalui ROA yang diproksikan ke dalam 5 variabel yaitu penggunaan energi terbarukan, skor ESG, biaya modal, dan biaya operasional. Populasi dalam penelitian ini adalah industri pertambangan se-Asia yang terdaftar di refinitiv dengan metode purposive sampling menggunakan 165 sampel selama 2019-2020. Pengumpulan data menggunakan data sekunder yang berasal dari web refinitiv. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel skor ESG dan biaya modal berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Sedangkan variabel penggunaan energi terbarukan dan biaya operasional berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan.

