PENGARUH PERILAKU HERDING DAN INDIKATOR SAHAM TERHADAP TINGKAT RETURN SAHAM DENGAN RISIKO INVESTASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Abstract
Pada tahun 2020 banyak lahir investor baru terutama pada bidang investasi pasar modal, tetapi peningkatan angka jumlah investor tidak dibarengi dengan peningkatan angka literasi investasi pada investor, hal ini melahirkan investor yang memiliki tindakan yang kurang rasional sehingga memiliki kecenderungan untuk mengikuti tindakan investor lain dalam mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan analisis fundamental maupun analisi teknikal pada saham dimana investor ingin melaksanakan investasinya. Maka dilaksanakan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui apakah perilaku herding dan indikatorindikator saham mampu mempengaruhi tingkat return saham yang merupakan salah satu tujuan akhir seorang investor. Penelitian ini dilaksanakan pada 9 jenis saham dengan kapitalisasi yang rendah (< 500 Miliar) sebagai media terjadinya perilaku herding serta Indeks Harga Saham Gabungan sebagai tolak ukur indikator pergerakan pasar yang kemudian data yang diperoleh diolah dengan menggunakan metode Cross Sectional Absolute Deviation (CSAD) untuk indikator herding, Generalized Autoregressive Heteroskedasticity (GARCH) untuk indikator market volatility, Trading Volume Activity (TVA) untuk indikator trading volume dan juga Capital Asset Pricing Model (CAPM) sebagai indikator Risiko Investasi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa perilaku herding mampu mempengaruhi return saham secara positif, sedangkan market volatility, trading volume tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham, dan variabel moderasi risiko investasi mampu memperkuat hubungan perilaku herding dengan return saham.

