Hubungan Faktor Predisposisi Dan Faktor Pemungkin Terhadap Perilaku Pencarian Pengobatan (Health Seeking Behavior) Pada Penduduk Suku Madura Di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto Surabaya
Abstract
Perilaku pencarian pengobatan merupakan segala tindakan yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh kesembuhan terhadap kondisi medis yang dimiliki. Perilaku pencarian pengobatan dibagi menjadi enam macam, yaitu tidak bertindak, mengobati diri sendiri, melakukan pengobatan tradisional, membeli obat di toko obat, mencari pengobatan ke fasilitas pengobatan modern yang disediakan oleh pemerintah atau non-pemerintah, dan mencari pengobatan ke praktik dokter. Data dari Susenas 2021 menunjukan bahwa terjadi peningkatan penduduk Indonesia yang mengobati diri sendiri dalam 3 tahun terahkir. Di Jawa Timur terdapat 83,80% penduduk yang pernah melakukan pengobatan sendiri. Faktor yang dapat memengaruhi perilaku pencarian pengobatan adalah faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor pendorong. Tujuan penelitian ini adalah meneliti hubungan antara faktor predisposisi dan faktor pemungkin terhadap perilaku pencarian pengobatan pada penduduk Suku Madura di Kelurahan Tambakrejo, Kelurahan Simokerto, Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional, dengan rancangan cross sectional studies yang diolah menggunakan uji statistik chi-square. Total sampel adalah 50 responden. Hasil penelitian didapatkan hasil uji chi-square dari variabel adalah pengetahuan (ρ-value > 0,05), sikap (ρ-value < 0,05), ketersediaan (ρ-value > 0,05), dan kemudahan akses (ρ-value > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sikap adalah faktor yang memengaruhi perilaku pencarian pengobatan, sedangkan pengetahuan, ketersediaan fasilitas kesehatan, dan kemudahan akses fasilitas kesehatan tidak memengaruhi perilaku pencarian pengobatan pada penduduk Suku Madura di Kelurahan Tambakrejo. Harapan kedepannya kiranya edukasi dan pelatihan dari pemerintah mengenai pentingnya berobat ke pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan.

