Pengaruh Ekstrak Metanol Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius) LC 100 Terhadap Kadar Enzim Asetilkolinesterase Larva Nyamuk Aedes Aegypti
Abstract
Nyamuk Aedes aegypti dikenal sebagai vektor utama penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di dunia. Vaksin dan obat DBD masih belum tersedia. Prioritas Kementerian Kesehatan untuk mencegah penyakit DBD adalah mengontrol populasi vektor nyamuk Aedes aegypti. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) memiliki potensi sebagai larvasida tetapi belum banyak informasi mengenai mekanisme kerjanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol Pandanus amaryllifolius pada enzim asetilkolinesterase (AChE) larva nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni dengan desain rancangan penelitan post test only control group design. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok ekstrak metanol Pandanus amaryllifolius dari Surabaya, kelompok akuades sebagai kontrol negatif, dan kelompok temephos sebagai kontrol negatif. Replikasi sebanyak tiga kali. Pengujian dilakukan selama 24 jam kemudian dilakukan pemeriksaan enzim AChE. Data dianalisis dengan SPSS menggunakan statistik deskriptif dan Kruskall Wallis. Hasil Penelitian ini adalah kadar AChE pada larva Aedes aegypti yang mati setelah terpapar ekstrak lebih rendah (230,88 unit/l) jika dibandingkan dengan larva yang terpapar kontrol negatif (323,23 unit/l) dan kontrol positif (279,94 unit/l). Kadar enzim AChE larva nyamuk pada tiga kelompok perlakuan memiliki perbedaan yang tidak signifikan (p > 0,05). Ekstrak methanol Pandanus amaryllifolius dari Surabaya memiliki mekanisme kerja sebagai racun saraf, yaitu menghambat enzim AChE.

