Manajemen Transpormasi menggunakan Minimum Spanning Tree dan Maximum Flow Studi kasus: Jalur Bandara Adisutjipto Menuju Titik Nol (Km 0) Kota Yogyakarta
Abstract
Jalan raya merupakan aset penting di bidang transportasi. Pengelolaan jaringan jalan yang
maksimal dapat mengatasi masalah kemacetan di jalan raya. Lokasi penelitian berada pada jaringan
transportasi jalur Bandara Adisutjipto menuju Titik Nol di Kota Yogyakarta dengan klasifikasi jalan
nasional dan jalan kota. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi pengelolaan aset jaringan
transportasi jalur Bandara Adisutjipto menuju Titik Nol (Km 0) di Kota Yogyakarta menggunakan, analisis
Minimum Spanning Tree (MST) dan Maximum Flow (MF). Tahapan analisis pertama adalah melakukan
analisis Minimum Spanning Tree dapat memotong jaringan jalan yang tidak efisien (jarak jauh dan jalur
jalan yang padat) sehingga menghasilkan jaringan baru yang lebih singkat. Tahapan kedua melakukan
analisis Maximum Flow tujuannya menghasilkan jaringan jalur transportasi baru dengan volume kendaraan
optimal.
Hasil pengolahan dengan analisis Minimum Spanning Tree menunjukkan jalur transportasi akan optimal
setelah memotong beberapa jalur yaitu: persimpangan Condongcatur, perempatan Janti, Jl. Sudirman
sampai Tugu Jogja. Hasil pelitian dengan analisis Maximum Flow menyebutkan jaringan Jl. Laksda
Adisutjipto dari perempatan Janti menuju perempatan UIN merupakan jalur yang melebihi kapasitas,
dibuktikan dengan hasil olahan data negatif pada aliran lalu lintas.

