• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecture Papers
    • Lecture Papers National Published Articles
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecture Papers
    • Lecture Papers National Published Articles
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Monograf Cacing Kremi

    Thumbnail
    View/Open
    Abstract (7.670Kb)
    Cover, TOC, Full Paper (1.490Mb)
    Plagiarism (11.17Mb)
    Peer Review (385.4Kb)
    Peer Review (294.9Kb)
    Date
    2019-04
    Author
    Adrianto, Hebert
    Wartiningsih, Minarni
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Indonesia dengan iklim tropis, padatnya pemukiman, status ekonomi masyarakat, pengetahuan dan perilaku kesehatan dengan kategori rendah menyebabkan penyakit tumbuh dengan subur,. Penyakit cacingan. Infeksi parasit usus (dalam hal ini cacing usus) memiliki prevalensi infeksi yang sangat tinggi sekitar 83% . Tujuan: Peneliti mencoba mengupas secara mendalam tentang cacing E. vermicularis agar pembaca dan masyarakat mendapatkan pengetahuan yang baik dan jelas, serta dapat melakukan upaya kedokteran pencegahan melalui pola hidup bersih dan sehat. Metode: Metode yang digunakan adalah literature review dari berbagai jurnal nasional, internasional dan text book. Hasil: Cacing kremi (Enterobius vermicularis) memiliki bentuk lonjong asimetris, satu sisi berbentuk datar, satu sisi cembung. Faktor risiko terjadinya infeksi cacing kremi antara lain: umur, jenis kelamin, kebersihan rumah, kebersihan individu, pengetahuan orang tua, dan ekonomi keluarga. Enterobiasis lebih banyak terjadi pada anak-anak sekolah dasar dan memiliki gejala yang khas yakni menggaruk anus dimalam hari. Kesimpulan: Dengan mengetahui morfologi, siklus hidup dan factor resiko yang terkait dengan infeksi E. Vermicularis, penyakit ini dapat dicegah dengan cara: a) mengobati penderita cacing kremi dengan First Drug Choice (Pirantel Pamoat); b) Mengobati penderita cacing kremi beserta keluarganya untuk memutuskan rantai penularan; c) Melakukan pengulangan secara berkala 6 bulan sekali; d) Mengganti sprei, handuk, pakaian, dan celana setiap hari selama masa pengobatan dan dipisahkan dari barang non penderita; e) Melibatkan sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa memelihara kebersihan tangan dan kuku.
    URI
    http://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/2393
    Collections
    • Lecture Papers National Published Articles

    Copyright©  2017 - LPPM & Library Of Universitas Ciputra
    »»» UC Town CitraLand, Surabaya - Indonesia 60219 «««
    Powered by : FreeBSD | DSpace | Atmire
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    Login

    Copyright©  2017 - LPPM & Library Of Universitas Ciputra
    »»» UC Town CitraLand, Surabaya - Indonesia 60219 «««
    Powered by : FreeBSD | DSpace | Atmire