| dc.description.abstract | Latar belakang: Indonesia dengan iklim tropis, padatnya pemukiman, status ekonomi masyarakat, pengetahuan dan perilaku kesehatan dengan kategori rendah menyebabkan penyakit tumbuh dengan subur,. Penyakit cacingan. Infeksi parasit usus (dalam hal ini cacing usus) memiliki prevalensi infeksi yang sangat tinggi sekitar 83% . Tujuan: Peneliti mencoba mengupas secara mendalam tentang cacing E. vermicularis agar pembaca dan masyarakat mendapatkan pengetahuan yang baik dan jelas, serta dapat melakukan upaya kedokteran pencegahan melalui pola hidup bersih dan sehat. Metode: Metode yang digunakan adalah literature review dari berbagai jurnal nasional, internasional dan text book. Hasil: Cacing kremi (Enterobius vermicularis) memiliki bentuk lonjong asimetris, satu sisi berbentuk datar, satu sisi cembung. Faktor risiko terjadinya infeksi cacing kremi antara lain: umur, jenis kelamin, kebersihan rumah, kebersihan individu, pengetahuan orang tua, dan ekonomi keluarga. Enterobiasis lebih banyak terjadi pada anak-anak sekolah dasar dan memiliki gejala yang khas yakni menggaruk anus dimalam hari. Kesimpulan: Dengan mengetahui morfologi, siklus hidup dan factor resiko yang terkait dengan infeksi E. Vermicularis, penyakit ini dapat dicegah dengan cara: a) mengobati penderita cacing kremi dengan First Drug Choice (Pirantel Pamoat); b) Mengobati penderita cacing kremi beserta keluarganya untuk memutuskan rantai penularan; c) Melakukan pengulangan secara berkala 6 bulan sekali; d) Mengganti sprei, handuk, pakaian, dan celana setiap hari selama masa pengobatan dan dipisahkan dari barang non penderita; e) Melibatkan sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa memelihara kebersihan tangan dan kuku. | |