| dc.description.abstract | Perilaku gaya hidup sehat penting artinya bagi ibu yang mengasuh anaknya diusia balita, apabila perilaku tersebut tidak diterapkan maka balita tersebut akan beresiko terkena penyakit diare dan komplikasinya. Di Surabaya pada tahun 2017, Incidence penyakit diare sebesar 76,602 kasus yang sebelumnya sebanyak 77,617 suspek kasus (98,69%). Kota Surabaya memiliki 63 Puskesmas dan dari tahun 2016 hingga tahun 2018, terdapat 12 Puskesmas yang inciden penyakit diare pada balita meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi ibu yang mengasuh balita terhadap perilaku gaya hidup bersih dan sehat berdasarkan Health Belief Model. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Terdapat 120 ibu yang mengasuh balitanya dari 12 Puskesmas ikut terlibat dalam penelitian ini. Responden mengisi kuesioner tentang karakteristik, perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, cues to action and perilaku gaya hidup sehat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei tahun 2019. Ijin layak etik telah diberikan oleh Komisi Etik Universitas Ciputra. Analisis variabel dilakukan dengan uji analisis bivariat dengan regresi binomial. Hasil: Umur responden mayoritas adalah antara umur 36-40 tahun (27,50%), tingkat pendidikan sebagian besar sekolah menengah umum (48,30%), dan tingkat sosio ekonomi mayoritas adalah menengah (69%). Karakteristik responden yang terdiri dari (usia, tingkat pendidikan dan tinglat sosio ekonomi) pada penelitian ini berpengaruh terhadap perceived susceptibility, perceived severity and perceived benefits. Perceived susceptibility dan perceived severity berpengaruh terhadap perceived barriers, tingkat pendidikan juga berpengaruh terhadap perceived benefits. Cues to action berpengaruh terhadap perceived barriers dan perceived barrier dan perceived benefits berpengaruh terhadap perilaku hidup bersih dan sehat.
Kesimpulan: Tingkat pendidikan ibu sangat penting dalam memahami dan membentuk persepsi kerentanan, keparahan, manfaat dan hambatan dalam
melakukan pola hidup bersih dan sehat, dengan mengurangi persepsi hambatan dalam mencegah penyakit diare maka akan memotivasi ibu dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Saran: Melakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat melalui: media sosial, televisi, elektronik, seminar, talk show, Universitas Ciputra pada kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan mahasiswa dengan memberdayakan masyarakat dan Puskesmas serta Rumah Sakit melalui program PKRS dengan gerakan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. | en_US |