Peran Resolusi Konflik dan Pemaafan terhadap Kepuasan Pernikahan pada Pernikahan Periode Awal
Abstract
Pandemi COVID-19 memberikan dampak bagi aspek kehidupan masyarakat
salah satunya dalam kehidupan pernikahan. Data perceraian menunjukkan peningkatan
yang signifikan selama masa pandemi. Adanya kasus perceraian memperlihatkan bahwa
terdapat permasalahan dalam kepuasan pernikahan pada pasangan menikah. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui peran resolusi konflik dan pemaafan terhadap
kepuasan pernikahan periode awal dan dimensi pemaafan yang lebih berpengaruh
terhadap kepuasan pernikahan pasangan periode awal. Penelitian ini melibatkan 140
responden (76 suami dan 64 istri) dengan usia pernikahan di bawah 10 tahun,
berdasarkan teknik purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah uji
analisis regresi berganda. Hasil menunjukkan adanya pengaruh signifikan pemaafan
terhadap kepuasan pernikahan (F= 7.028 ; p < 0.05) dengan kontribusi sebesar 13% (R² =
0.130%), sedangkan resolusi konflik tidak memberikan pengaruh yang signifikan
terhadap kepuasan pernikahan (p > 0.05). Dimensi pemaafan yang memberikan
kontribusi lebih besar terhadap kepuasan pernikahan adalah kebaikan
