Profiil fisikokimia tepung mbote termodifikasi secara fermentasi dan aplikasinya pada mi basah
Date
2022Author
Sugiharto, Yurika
Yuwono, Victor Kurniawan
Krisbianto, Oki
Metadata
Show full item recordAbstract
Modifikasi tepung mbote (Xanthosoma sagittifolium) dengan proses fermentasi diharapkan dapat
meningkatkan karakteristiknya agar lebih sesuai untuk diolah menjadi berbagai produk pangan. Penelitian
dilakukan dalam tiga tahap, yaitu penentuan teknik pembuatan tepung mbote yang terbaik, modifikasi
tepung mbote secara fermentasi, dan pembuatan produk berupa mi basah dari tepung mbote termodifikasi.
Tiga perlakuan pada pembuatan tepung mbote adalah water blanching, perendaman dalam NaCl 1%, dan
kontrol (tanpa perlakuan). Teknik pembuatan terbaik dipilih untuk modifikasi secara fermentasi
menggunakan starter Lactobacillus plantarum sebanyak 5%, 7%, 9%, dan 11% masing-masing selama 48
jam, 72 jam, dan 96 jam. Setiap produk tepung mbote termodifikasi dianalisis derajat putih, kelarutan, dan
swelling power-nya serta diujicobakan diolah menjadi mi basah. Metode Focus Group Discussion (FGD)
digunakan untuk mengidentifikasi atribut warna, flavor, dan tekstur mi. Ditemukan bahwa metode
pembuatan tepung mbote dengan perendaman dalam NaCl 1% memberikan warna paling cerah.
Sementara itu, jumlah starter dan lama fermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap warna dan kelarutan tepung mbote, tetapi berpengaruh terhadap swelling power dan jumlah air yang perlu ditambahkan ke
adonan mi agar memiliki konsistensi yang sama. Berdasarkan hasil FGD, panelis tidak menemukan
perbedaan warna yang signifikan pada berbagai sampel mi basah yang dibuat, tetapi terdapat perbedaan
flavor khas mi mbote dan teksturnya. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan jumlah starter dan lama
fermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap warna dan kelarutan tepung mbote tetapi berpengaruh
terhadap swelling power tepung, jumlah air yang dibutuhkan adonan, serta tekstur dari mi basah

