Show simple item record

dc.contributor.authorSugiharto, Yurika
dc.contributor.authorYuwono, Victor Kurniawan
dc.contributor.authorKrisbianto, Oki
dc.date.accessioned2023-08-11T08:29:35Z
dc.date.available2023-08-11T08:29:35Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.issn2613-909X
dc.identifier.urihttp://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/6523
dc.description.abstractModifikasi tepung mbote (Xanthosoma sagittifolium) dengan proses fermentasi diharapkan dapat meningkatkan karakteristiknya agar lebih sesuai untuk diolah menjadi berbagai produk pangan. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu penentuan teknik pembuatan tepung mbote yang terbaik, modifikasi tepung mbote secara fermentasi, dan pembuatan produk berupa mi basah dari tepung mbote termodifikasi. Tiga perlakuan pada pembuatan tepung mbote adalah water blanching, perendaman dalam NaCl 1%, dan kontrol (tanpa perlakuan). Teknik pembuatan terbaik dipilih untuk modifikasi secara fermentasi menggunakan starter Lactobacillus plantarum sebanyak 5%, 7%, 9%, dan 11% masing-masing selama 48 jam, 72 jam, dan 96 jam. Setiap produk tepung mbote termodifikasi dianalisis derajat putih, kelarutan, dan swelling power-nya serta diujicobakan diolah menjadi mi basah. Metode Focus Group Discussion (FGD) digunakan untuk mengidentifikasi atribut warna, flavor, dan tekstur mi. Ditemukan bahwa metode pembuatan tepung mbote dengan perendaman dalam NaCl 1% memberikan warna paling cerah. Sementara itu, jumlah starter dan lama fermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap warna dan kelarutan tepung mbote, tetapi berpengaruh terhadap swelling power dan jumlah air yang perlu ditambahkan ke adonan mi agar memiliki konsistensi yang sama. Berdasarkan hasil FGD, panelis tidak menemukan perbedaan warna yang signifikan pada berbagai sampel mi basah yang dibuat, tetapi terdapat perbedaan flavor khas mi mbote dan teksturnya. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan jumlah starter dan lama fermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap warna dan kelarutan tepung mbote tetapi berpengaruh terhadap swelling power tepung, jumlah air yang dibutuhkan adonan, serta tekstur dari mi basahen_US
dc.publisherEPARTMENT OF FOOD TECHNOLOGY, WIDYA MANDALA CATHOLIC UNIVERSITY SURABAYAen_US
dc.subjectXanthosoma sagittifoliumen_US
dc.subjectLactobacillus plantarumen_US
dc.subjecttepung termodifikasien_US
dc.subjectfisikokimiaen_US
dc.subjectFocus Group Discussionen_US
dc.titleProfiil fisikokimia tepung mbote termodifikasi secara fermentasi dan aplikasinya pada mi basahen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record