| dc.contributor.author | Juarsa, Patricia | |
| dc.date.accessioned | 2025-12-29T12:27:25Z | |
| dc.date.available | 2025-12-29T12:27:25Z | |
| dc.date.issued | 2022 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8858 | |
| dc.description | Indonesia is a country that upholds intercultural and inter-religious multiculturalism with the motto “Bhinneka Tunggal Ika” and the state foundation of Pancasila, which embraces diversity. One of the ethnic groups living in Indonesia are the Chinese, otherwise known as the “Peranakans”. The political situation in the New Order era and the discrimination directed towards ethnic Chinese-Indonesians over the past decades have encouraged them to cover up their culture and traditions. Many of these traditions were buried due to assimilation and acculturation that took place in Indonesia. The effect of this situation caused many Indonesians to be less aware of Chinese and Indonesian Peranakan culture and traditions such as celebrations, food, and language. This project aims to introduce and raise awareness about Indonesian Peranakan culture to teenagers and young adults in Indonesia. In the era of globalization, where social media is easy to access and frequently used by the younger generation, introducing culture to this demographic via the use of a shareable online medium is significantly easier to achieve. By using comics as a medium of communication, the dissemination of information about Indonesian Peranakan culture can be carried out more effectively due to the nature of comics, which are effective as both an entertaining and informative medium. Cultural recognition is also easier because of the ease of sharing on social media platforms. Thus, an online comic series titled Simple Asian Things was created which aims to illustrate Indonesian Peranakan culture from the perspective of an ethnic Chinese girl who was born and raised in Indonesia. Simple Asian Things presents humorous, informative content with a target audience of Indonesian teenagers and young adults aged 15 to 30 years. The overall design of Simple Asian Things was influenced by the results of analytical research, such as literature studies, and qualitative and quantitative methods in the form of interviews and surveys. | en_US |
| dc.description.abstract | Indonesia merupakan sebuah negara yang menjunjung tinggi multikulturalisme antarbudaya dan antar agama dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dan dasar negara Pancasila yang memeluk keberagaman tersebut. Salah satu dari etnis yang menetap di Indonesia merupakan orang Tionghoa atau orang Peranakan. Situasi politik pada zaman orde baru serta diskriminasi yang telah dialami oleh orang etnis Tionghoa Indonesia selama beberapa dekade ini mendorong mereka untuk menutupi budaya dan tradisi mereka. Banyak dari tradisi tersebut terkubur karena proses asimilasi dan akulturasi yang terjadi di Indonesia. Efek dari situasi tersebut menyebabkan banyak masyarakat Indonesia untuk kurang mengetahui akan budaya dan tradisi orang Tionghoa dan orang Peranakan Indonesia seperti perayaan, makanan, bahasa dan lain-lain. Perancangan ini bertujuan untuk mengenalkan dan meningkatkan kesadaran remaja dan dewasa muda Indonesia mengenai budaya Peranakan Indonesia yang unik. Kini di era globalisasi dimana media sosial mudah untuk diakses dan sering digunakan oleh generasi muda, pengenalan budaya kepada segmen audiens tersebut akan lebih mudah untuk dilakukan. Dengan menggunakan komik sebagai media komunikasi, penyebaran informasi mengenai budaya Peranakan Indonesia dapat dilakukan secara lebih efektif karena sifat dari komik yang efektif sebagai media yang menghibur dan sekaligus informatif. Pengenalan budaya juga lebih mudah dilakukan karena adanya fitur re-share pada platform media sosial. Dengan demikian dibuatlah serial komik online berjudul Simple Asian Things yang bertujuan untuk menceritakan budaya Peranakan Indonesia dari perspektif seorang gadis etnis Tionghoa yang lahir dan besar di Indonesia. Komik Simple Asian Things menyajikan konten informatif yang diselingi dengan humor dengan target audiens remaja dan dewasa muda Indonesia berumur 15 hingga 30 tahun. Perancangan Simple Asian Things dilakukan menggunakan penggalian data secara metode analitik dengan cara melakukan studi literatur, serta menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan cara melakukan wawancara dan survei. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Ciputra | en_US |
| dc.subject | Multikulturalisme | en_US |
| dc.subject | Budaya | en_US |
| dc.subject | Tionghoa | en_US |
| dc.subject | Indonesia | en_US |
| dc.subject | Komik | en_US |
| dc.subject | Multiculturalism | en_US |
| dc.subject | Culture | en_US |
| dc.subject | Chinese | en_US |
| dc.subject | Comic | en_US |
| dc.title | Perancangan Komik Online Sebagai Media Pengenalan Budaya Peranakan Tionghoa-Indonesia | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.kodeprodi | 90241 | |
| dc.identifier.nim | 0206041810053 | |
| dc.identifier.dosenpembimbing | Hutomo Setiabudi | |
| dc.identifier.dosenpembimbing | Rendy Iswanto | |