| dc.contributor.author | Dhienaqueen | |
| dc.date.accessioned | 2025-12-29T12:37:39Z | |
| dc.date.available | 2025-12-29T12:37:39Z | |
| dc.date.issued | 2022 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8859 | |
| dc.description | In the last 3 years there has been an increase in the number of cases of violence against children. Based on the Indonesian Child Protection Commission (KPAI), every year violence against children always increases. According to KPAI's observations from 2019 to 2021, there was an increase in cases from 11,057 cases to 14,517 cases. The majority of cases of violence occur in their own households. Violence against children occurs when parents do not understand and without strategies in educating children so that they often educate in a traditional way using violence. Violence against children has serious consequences for life and can disrupt, change, or damage the psychological development of children. Therefore, to increase public awareness of the impact of violence against children, a comic is designed that can educate its readers so that they can prevent violence against children in the future. Instagram was chosen as a medium to educate the public about violence against children because Instagram can provide a unique opportunity to educate the public easily and widely. This research was conducted using data collection methods in the form of interviews, surveys and literature studies. This research was conducted to increase awareness about the effect of violence on the mental development of children in the household. Therefore, it is hoped that with the design of the TemanMu comic, young adults aged 20 to 25 years can recognize and prevent violence against children in the household so that children can grow and develop healthily, both physically and mentally. | en_US |
| dc.description.abstract | Pada 3 tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah kasus kekerasan terhadap anak. Berdasarkan komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), setiap tahun kekerasan terhadap anak selalu meningkat. Menurut hasil pengamatan KPAI dari tahun 2019 hingga 2021, terjadi peningkatan kasus dari 11.057 kasus menjadi 14.517 kasus. Mayoritas kasus kekerasan terjadi di rumah tangga mereka sendiri. Kekerasan pada anak terjadi ketika orang tua tidak mengerti dan tanpa strategi dalam mendidik anak sehingga mereka sering kali mendidik dengan cara yang tradisional dengan menggunakan kekerasan. Kekerasan terhadap anak memiliki konsekuensi serius seumur hidup dan dapat mengganggu, mengubah, maupun merusak perkembangan psikologis anak. Maka dari itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampaknya kekerasan terhadap anak, dirancangnya sebuah komik yang dapat mengedukasi pembacanya agar dapat mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak di masa mendatang. Instagram dipilih sebagai media untuk mengedukasi masyarakat mengenai kekerasan terhadap anak dikarenakan Instagram dapat memberikan kesempatan yang unik untuk mendidik masyarakat secara mudah dan meluas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara, survei dan studi literatur. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pengaruh kekerasan terhadap perkembangan mental anak dalam rumah tangga. Oleh karena itu, diharapkan dengan dirancangnya komik TemanMu, dewasa muda berusia 20 hingga 25 tahun dapat mengenali dan mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak dalam rumah tangga sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat baik secara fisik maupun mental. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Ciputra | en_US |
| dc.subject | Komik | en_US |
| dc.subject | Kekerasan Anak | en_US |
| dc.subject | Edukasi | en_US |
| dc.subject | Media Promosi | en_US |
| dc.subject | Comic | en_US |
| dc.subject | Child Abuse | en_US |
| dc.subject | Educational | en_US |
| dc.subject | Media Promotion | en_US |
| dc.title | Perancangan Komik TemanMu untuk Meningkatkan Kesadaran Mengenai Kekerasan Anak Beserta Media Promosinya | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.kodeprodi | 90241 | |
| dc.identifier.nim | 0206041810015 | |
| dc.identifier.dosenpembimbing | Hutomo Setiabudi | |
| dc.identifier.dosenpembimbing | Marina Wardaya | |