Show simple item record

dc.contributor.authorFerdinandus, Pieter David Adriaan
dc.date.accessioned2026-01-21T09:05:45Z
dc.date.available2026-01-21T09:05:45Z
dc.date.issued2025-01-15
dc.identifier.urihttps://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8985
dc.description.abstractPneumotoraks merupakan kondisi patologis yang ditandai oleh adanya udara di dalam rongga pleura sehingga mengganggu mekanisme ventilasi normal paru. Kondisi ini dapat terjadi akibat trauma, tindakan medis, maupun secara spontan, dan berpotensi berkembang menjadi keadaan yang mengancam jiwa apabila tidak dikenali dan ditangani secara adekuat. Salah satu manifestasi klinis yang dapat menyertai pneumotoraks, khususnya pada kasus traumatik, adalah emfisema subkutan yang ditandai dengan pembengkakan jaringan lunak disertai sensasi krepitasi. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan gambaran klinis, proses penegakan diagnosis, serta penatalaksanaan pneumotoraks traumatik yang disertai emfisema subkutan pada pasien usia lanjut, berdasarkan data klinis yang diperoleh dari sumber-sumber yang terpercaya. Metode penulisan artikel ini menggunakan pendekatan literatur review. Sumber pustaka diperoleh dari buku ajar kedokteran, pedoman praktik klinis, serta artikel ilmiah nasional dan internasional yang membahas pneumotoraks. Informasi dari literatur dipilih berdasarkan relevansi dan kredibilitas, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitik untuk menyajikan ringkasan yang sistematis mengenai epidemiologi, patofisiologi, diagnosis, dan tatalaksana pneumotoraks. Artikel ini tidak menyertakan data primer baru, melainkan memfokuskan pada sintesis pengetahuan yang sudah tersedia di publikasi ilmiah. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pneumotoraks pada pasien geriatri tidak selalu menampilkan gejala respirasi berat, melainkan dapat bermanifestasi dominan sebagai emfisema subkutan luas akibat kebocoran udara ke jaringan lunak. Pemeriksaan radiologi berperan penting dalam mendukung diagnosis, terutama pada kasus dengan riwayat trauma dada. Penatalaksanaan yang dilakukan meliputi terapi suportif dan tindakan dekompresi rongga pleura menggunakan water sealed drainage untuk menurunkan tekanan intrapleura dan memungkinkan re-ekspansi paru. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa kewaspadaan klinis, evaluasi menyeluruh, dan intervensi yang tepat waktu sangat berperan dalam mencegah komplikasi lebih lanjut serta memperbaiki luaran klinis pada pasien pneumotoraks traumatik, khususnya pada kelompok usia lanjut.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Ciputraen_US
dc.subjectPneumotoraks Traumatiken_US
dc.subjectEmfisema Subkutanen_US
dc.subjectTrauma Dadaen_US
dc.subjectPasien Geriatrien_US
dc.subjectWater Sealed Drainageen_US
dc.titleManifestasi Klinis dan Penatalaksanaan Pneumotoraks Traumatik dengan Emfisema Subkutan pada Pasien Geriatrien_US
dc.typeArticleen_US
dc.identifier.kodeprodi11201


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record