Intellectual Capital terhadap Business Sustainability: Riset Empiris pada Perusahaan Berbasis Pengetahuan di Indonesia
Abstract
Di era ekonomi berbasis pengetahuan yang beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat global atas isu keberlanjutan, perusahaan dituntut untuk lebih memperhatikan dan mengelola sumber daya tidak berwujud yang dimiliki, serta mengungkapkan dan melaporkan kinerja keberlanjutannya. Peningkatan kesadaran atas isu keberlanjutan yang meliputi tiga pilar Environment, Social, and Governance (ESG) direfleksikan oleh peningkatan yang signifikan atas kelolaan dana bertema ESG oleh investor di seluruh dunia. Berkaitan dengan hal ini, penggunaan sumber daya tidak berwujud yang efisien dapat mengarahkan perusahaan pada pilihan keberlanjutan yang penting seperti pendorong daya saing, kepercayaan pasar, dan inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Intellectual Capital (IC)dan komponen-komponennya terhadap Business Sustainability (BS). IC diukur melalui Modified Value-Added Intellectual Capital, sementara BS diukur melalui pengungkapan laporan berkelanjutan berbasis Standar Global Reporting Initiatives (GRI). Penelitian ini menggunakan pooled data dan menghasilkan 50 sampel dari perusahaan berbasis pengetahuan (Knowledge-Based Firms) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018 hingga 2020. Pengumpulan data menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Employed Efficiency berpengaruh negatif signifikan terhadap BS, sedangkan elemen IC lainnya tidak berpengaruh terhadap BS.

