Manajemen Supply Chain Pada Industri Global
Abstract
Supply Chain merupakan “issue baru” beberapa dasawarsa terakhir ini,
menggantikan beberapa topik ilmu manajemen yang telah dikenal sebelumnya.
Supply Chain Manajemen membawa perubahan paradigma dalam berpikir dan
menilai suatu bobot pekerjaan yang disebabkan tuntutan efisiensi dan
efektifitas dalam meningkatkan perolehan laba, atau mempertahankan
keberlangsungan usaha ditengah ketatnya persaingan.
Pada bagian awal setiap pembahasan masing-masing komponen yang ada
dalam Supply Chain Manajemen di buku ini, penulis mencoba memuat
beberapa cara pandang baru yang menyertai pembahasan Supply Chain. Di sini
pembaca akan diajak untuk lebih memahami betapa penting dan sensitifnya
setiap usaha untuk memikirkan terciptanya ide-ide baru suatu produk
semenjak diperolehnya bahan baku dari supplier, pengirimannya ke produsen
yang akan memproduksi menjadi suatu produk baru yang memiliki nilai
tambah, kemudian mengirimkan ke para distributor dan akhirnya sampai ke
tangan konsumen yang akan menikmati manfaat dari produk tersebut.
Suatu karya inovatif yang sering di asosiasikan sebagai “produk baru”, bisa
berupa diperolehnya bahan baru (walaupun hanya satu unsur), resep baru
atau cara mengolah yang baru. Bahkan pada perkembangannya bentuk dan
cara pengemasan yang baru hingga cara penyajian yang baru bisa menjadikan
issue untuk memperoleh perhatian konsumen agar memilihnya dan membeli.
Semua dalam rantai proses tersebut awalnya kurang memperoleh perhatian
dan kurang dianggap penting, hingga para penyelenggara industri menyadari
pentingnya rantai pasok. Jika dulu para pelaku industri diajarkan memahami
pentingnya melayani dan memuaskan pelanggan, sehingga setiap proses
berikutnya dalam berproduksi dihitung sebagai delivery kepada pelanggan
mereka, membuat setiap pekerjaan di semua tahap menjadi sebuah profit
center. Supply Chain juga memperoleh perhatian karena disadari bahwa setiap
mata rantai memiliki peranan penting dalam menciptakan “laba”.
Yang tidak kalah pentingnya dalam pembahasan di buku ini, bahwa di era
ekonomi global Supply Chain tidak hanya terjadi secara regional dalam suatu
wilayah negara, tetapi global. Perdagangan internasional menawarkan banyak
kemungkinan yang lebih baik bagi mereka yang piawai menangkap kesempatan
dan memiliki wawasan, kemampuan berkomunikasi serta memperoleh
informasi. Beberapa pakta ekonomi secara regional (AFTA, NAFTA, MEA dsb)
sebenarnya merupakan gambaran ketakutan para pelaku ekonomi akan
kekuatan lawan di region yang lain. Ini jelas membuat tantangan bersama agar
mampu bersaing atau bertahan hidup. Apakah kita ini konsumen atau
produsen. “Kebangkrutan” Yunani di abad ke 21 merupakan contoh
“komunitas” yang telah bergeser perannya dari produsen yang menghasilkan
profit menjadi konsumen yang menghamburkan tabungannya.
Manajemen Supply Chain dan Ekspor Impor mengajak pembaca untuk
mempelajari bagaimana proses dalam mengoperasikan bisnis ditinjau dari arus
penyediaan bahan baku hingga penyerahan barang jadi kepada konsumen
sebagai rangkaian mata rantai yang saling pengaruh mempengaruhi.
Pembahasan dalam buku ini disajikan dalam bentuk introduksi serta
memberikan dasar-dasar yang cukup kuat pada setiap mata rantai. Dengan
dasar pemahaman yang kuat pembaca akan mampu mengembangkan
pengetahuannya dengan berbekal berbagai studi kasus yang disajikan sebagai
wawasan.
Harapan penulis semoga tulisan ini mampu memberikan sumbangsih dalam
dunia pendidikan guna turut mencerdaskan bangsa.

