PENGARUH TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL TERHADAP MINAT PENGGUNAAN E-PAYMENT SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN PADA DAPUR NUSANTARA
Abstract
Perkembangan teknologi terus meningkat, salah satunya teknologi
informasi dan komunikasi. Salah satu bentuk kemajuan teknologi adalah
smartphone. E-Payment adalah fitur teknologi yang terdapat pada smartphone yang
digunakan sebagai alat pembayaran. Penggunaan E-Payment pada Dapur Nusantara
telah berlangsung lama dan terus digunakan terutama di masa pandemi. Dapur
Nusantara adalah bisnis yang bergerak dibidang makanan dan menjual produk khas
nusantara yang dikemas secara instan, salah satunya adalah burger krawu, dan
berkembang berupa rice bowl dengan hidangan khas Indonesia lainnya. Technology
Acceptance Model (TAM) digunakan untuk menganalisis dan memahami faktor faktor yang mempengaruhi diterimanya sebuah teknologi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari (1) perceived
usefulness terhadap minat penggunaan e-payment (2) perceived ease of use
terhadap minat penggunaan e-payment (3) perceived benefits terhadap minat
penggunaan e-payment sebagai alat pembayaran pada Dapur Nusantara. Penelitian
ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan cara membagikan kuesioner
kepada 80 responden yaitu konsumen Dapur Nusantara dengan kriteria yang telah
disediakan. Alat analisis yang digunakan adalah SPSS. Hasil penelitian ini adalah
(1) perceived usefulness tidak berpengaruh terhadap minat penggunaan e-payment
(2) perceived ease of use berpengaruh terhadap minat penggunaan e-payment (3)
perceived benefits berpengaruh terhadap minat penggunaan e-payment sebagai alat
pembayaran Dapur Nusantara. Hasil penelitian ini digunakan sebagai pengetahuan
lebih oleh Dapur Nusantara untuk
