STUDI KELAYAKAN BISNIS RITEL KERAJINAN SULAM PITA ARKAMAYA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelayakan bisnis kerajinan sulam pita Arkamaya berupa pendirian toko di Surabaya. Pendirian toko yang berfokus pada kerajinan dari hasil sulaman pita ini dimaksudkan agar Arkamaya dapat menjangkau pasar wisatawan yang berkunjung ke Surabaya. Populasi dari penelitian ini adalah usaha-usaha yang menargetkan wisatawan sebagai target pasar, dan sampel yang dipilih adalah usaha-usaha yang berada di objek pariwisata di Surabaya. Studi kelayakan ini menggunakan beberapa indikator seperti aspek pasar dan pemasaran, aspek hukum, aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen, dan aspek keuangan. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa kondisi lingkungan eksternal dan internal. Data-data yang diperoleh melalui wawancara dan studi observasi terhadap narasumber, pelaku usaha sejenis, konsumen Arkamaya.
Metode pengolahan data mengunakan TOWS, EFAS dan IFAS untuk menentukan posisi perusahaan. Alat analisa aspek lingkungan eksternal yaitu laju inflasi, pertumbuhan ekonomi regional, Produk Domestik Regional Bruto, pertumbuhan teknologi, pertumbuhan media sosial, kebijakan pemerintah terhadap ritel UMKM, korelasi kondisi politik dan hukum terhadap perkembangan pasar, besar pasar, pertumbuhan pasar, kebutuhan dan permintaan pelanggan, pesaing sejenis, pesaing pendatang baru, dan produk subsitusi. Alat analisa aspek pemasaran berupa segmentasi, targeting, positioning, diferensiasi, bauran pemasaran, penjualan, merek, servis, dan proses. Alat analisa aspek teknis dan teknologi berupa lokasi toko, layout tempat usaha dan peralatan. Alat analisa aspek manajemen adalah struktur organisasi, analisis pekerjaan, kompensasi dan tunjangan, serta jumlah pekerja. Alat analisa aspek keuangan berupa Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return, Profitability Index, dan analisis skenario.
Hasil dari penelitian menunjukan perusahaan mampu memenuhi aspek- aspek penelitian. Analisa keuangan dalam tiga skenario (most likely, worst case, best case) menunjukan bahwa pengembalian investasi kurang dari masa penelitian, tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return) di atas 12%, Net Present Value diatas nol,dan Profitability Index lebih besar dari satu. Dengan demikian, bisnis kerajinan sulam pita Arkamaya berupa pendirian toko ritel di Surabaya dapat diterima dan dinyatakan layak untuk dijalankan.
