PEMETAAN SEBARAN PRODUK DAN STRATEGI PEMASARAN MIESOA
Abstract
“Miesoa” merupakan usaha yang bergerak di bidang distributor makanan, terutama pada produk Super Bihun Cap HHH dan Miesoa Instan Cap Tunas Kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran produk Miesoa Instan Cap Tunas Kelapa dan Super Bihun Cap HHH (ukuran 450gr dan 200gr) pada perusahaan “Miesoa” yang didistribusikan ke daerah Sorong berdasarkan penjualan yang sudah berjalan dan serta untuk menentukan strategi pemasaran “Miesoa” yang tepat berdasarkan pemetaan sebaran produk. Metode pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi perusahaan “Miesoa”. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik triangulasi berdasarkan hasil wawancara kepada empat responden dan dokumentasi. Hasil analisis menyebutkan bahwa produk Miesoa Instan Cap Tunas Kelapa merupakan produk dengan omset terendah dibandingkan dengan produk Super Bihun Cap HHH (ukuran 450gr dan 200gr) di kota Sorong. Hal ini terjadi karena produk Miesoa Instan Cap Tunas Kelapa lebih condong ke etnis tertentu saja, memiliki pasar yang sama dengan mie instan, serta memiliki packaging yang agak tipis sehingga produk menjadi rawan hancur yang menyebabkan konsumen menjadi kurang tertarik ketika hendak untuk membeli. Sementara produk Super Bihun Cap HHH (ukuran 450gr dan 200gr) lebih dapat dikonsumsi oleh segala etnis dan berpeluang memegang pasar bihun di Sorong karena ketersediaan bihun merk lain yang sulit.
Berdasarkan analisis pemetaan sebaran produk di Sorong, perusahaan “Miesoa” menerapkan strategi pemasaran yang berorientasi pada pertumbuhan yaitu strategi produk dan sistem distribusi selektif pada produk Super Bihun Cap HHH (ukuran 450gr dan 200gr), sedangkan pada produk Miesoa Instan Cap Tunas Kelapa, diterapkan strategi distribusi dengan menggunakan penyalur baru, sistem distribusi intensif, promosi, harga, dan serta mendiskusikan langsung dengan produsen terkait dengan packaging yang agak tipis.
