ANALISIS COST-VOLUME-PROFIT SEBAGAI ALAT BANTU DALAM PERENCANAAN LABA DAN PENETUAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA RESTORAN SEGO SENGGOL CABANG FOOD FESTIVAL SURABAYA
Abstract
Alat analisa yang digunakan untuk menilai hubungan biaya, volume penjualan, dan laba pada usaha restoran Sego Senggol cabang Food Festival adalah analisis cost volume profit (CVP). Analisis CVP terdiri dari empat metode, yaitu teori break even point (BEP), analisis contribution margin (CM), analisis margin of safety (MoS), dan analisis degree of operating leverage (DOL).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran analisis CVP dalam perencanaan laba perusahaan yang optimal serta dalam proses penentuan strategi pengembangan restoran Sego Senggol cabang Food Festival dalam rangka pencapaian terhadap target laba yang telah ditentukan tersebut. Melalui perhitungan berdasarkan analisis CVP, pihak manajemen perusahaan dimungkinkan untuk mengetahui berapa titik impas dalam rupiah yang perlu dicapai agar perusahaan tidak mengalami rugi, seberapa baik perusahaan menetapkan harga jual sehingga mampu menutup seluruh biaya tetap perusahaan, berapa jumlah penurunan penjualan yang dapat terjadi sebelum perusahaan menderita kerugian, serta seberapa signifikan pengaruh perubahan volume penjualan terhadap laba perusahaan.
Sampel studi berdasarkan pada penggunaan metode judgement sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil perhitungan keempat metode, baik teori BEP, analisis CM, MoS, ataupun DOL pada restoran Sego Senggol cabang Food Festival belum dapat dikatakan baik. Melalui hasil tersebut, analisis cost volume profit dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan dalam pengaturan komposisi biaya, terutama biaya gaji tetap, biaya transportasi tetap, serta komposisi biaya harga pokok penjualan pada restoran Sego Senggol sehingga laba optimal sampai dengan akhir masa kontrak pada Desember 2015 yang telah direncanakan dapat tercapai. Tidak hanya itu, analisis CVP juga dapat memberikan masukan bagi pihak manajemen restoran Sego Senggol dalam menentukan langkah pengambilan strategi pengembangan yang tepat sehingga dapat meningkatkan volume penjualan secara signifikan, antara lain strategi buy market share, farm, dan new product yang pada akhirnya bertujuan untuk mencapai target laba yang telah dianggarkan sebelumnya.
