PENGARUH KEPERCAYAAN DAN PERCEIVED RISK TERHADAP MINAT BELI ONLINE
Abstract
Data dari BPS menunjukkan adanya peningkatan jumlah pengguna internet
di Indonesia sejak tahun 2015. Meningkatnya pengguna internet tersebut mendorong
perusahaan start-up untuk beralih ke e-commerce. Perusahaan perlu memperhatikan
faktor yang mendorong minat beli online pada konsumen, diantaranya adalah faktor
kepercayaan dan perceived risk untuk mempengaruhi keputusan pembelian dan
meningkatkan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
kepercayaan dan perceived risk terhadap minat beli online. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah
pengguna internet yang melakukan kegiatan beli online. Sampel ditentukan
menggunakan metode purposive sampling. Total sampel berjumlah 124 responden
dengan menggunakan teknik unknown populations. Data dikumpulkan melalui
kuesioner dan menggunakan skala Likert sebagai alat ukur. Analisis data
menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil uji F menunjukkan bahwa
kepercayaan dan perceived risk secara simultan berpengaruh terhadap minat beli
online. Hasilnya variabel kepercayaan menunjukkan adanya pengaruh terhadap
minat beli online, dan sebaliknya variabel perceived risk tidak berpengaruh terhadap
minat beli online.
