PERANCANGAN KOLEKSI RESORT WEAR BATIK MANGROVE SEBAGAI IMPLEMENTASI SUSTAINABLE BATIK PADA KOLABORASI BRAND BATIK SERU DAN ANGIE ALEXANDRA
Abstract
Industri
Fashion
merupakan salah satu industri penghasil limbah terbesar kedua di
dunia. Hal ini disebabkan oleh adanya tuntutan kecepatan dalam perputaran tren
Fashion
dan tingginya permintaan akan
fast
Fashion
yang ekonomis dan
Fashion
able
. Di Indonesia sendiri, salah satu dampak dari fenomena ini adalah
adanya tuntutan produksi batik dengan harga yang lebih rendah. Akibatnya, industri
batik menjadi UMKM dengan emisi k
arbon tertinggi karena tingginya penggunaan
kerosin, listrik, pewarna sintetis, dan konsums
i air yang masif, sehingga juga
menimbulkan pencemaran di sungai
-
sungai.
Di sisi lain, batik merupakan warisan
budaya
yang telah ditetapkan oleh UNESCO dan
harus dil
estarikan, sehingga
diperlukan suatu alternatif batik yang lebih ramah lingkungan, salah satunya dengan
penggunaan Batik
Mangrove
. Berdasarkan karakteristiknya, Batik
Mangrove
cocok
untuk dijadikan
resort wear
, dengan motif yang repetitif, bernuansa ekosis
tem
mangrove
, lautan, dan ragam hias Majapahit, kemudian warna
-
warna cerah yang
lembut, sehingga menghasilkan kesan santai namun elegan.
Oleh karena itu, tujuan
dari perancangan ini adalah
merancang koleksi
resort wear
batik
mangrove
sebagai
implementasi
s
ustainable
batik untuk kolaborasi
Brand
Batik SeRu dengan
Brand
Angie Alexandra. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dan wawancara
untuk pengumpulan data primer yang bersifat kualitatif, kemudian didukung
kuesioner untuk memperoleh data pendukukng kuantitatif. Subjek dari penelitian
adalah 6 orang
expert
di b
idang batik dan wastra,
desain
grafis, batik kontemporer,
dan pewarnaan alam. Selanjutnya, 12 orang
extreme user
yang merupakan
perempuan, berusia 20
-
30 tahun, berdomisili di Surabaya, dan mengapresiasi batik,
serta memiliki hobi
travelling
.
Hasil dari pe
n
elitian merupakan suatu koleksi
sustainable
resort wear
dari
Batik
Mangrove
berjudul Hangrungkebi,
dimana
sustainability
diterapkan dengan berkolaborasi dengan
Brand
Batik SeRu
dengan
sistem produksi yang ramah lingkungan menggunakan pewarna alam dari
lim
bah
mangrove
dan sebagian dari hasil penjualan dialokasikan untuk konservasi
mangrove
dan pemberdayaan masyarakat. Koleksi Hangrungkebi memiliki
desain
dan
cutting
yang feminin namun tidak biasa, motif
-
motif kontemporer yang
memiliki makna
-
makna tersendiri
, dan memiliki palet warna pastel. Adapun konsep
estetika dan palet warna dari perancangan produk terinspirasi oleh lautan, meliputi
hutan
mangrove
,
pantai, air laut, biota laut, hingga matahari terbenam.
Target
market
dari perancangan produk adalah wanita
muda, berusia 20
-
30 tahun, berada
dalam klasifikasi ekonomi menengah ke atas, mengapresiasi batik dan budaya,
memiliki hobi
travelling
,
dan memiliki kesadaran untuk turut serta menjaga
lingkungan hidup.
Collections
Related items
Showing items related by title, author, creator and subject.
-
PROSES INOVASI PRODUK BARU DI INDUSTRI BATIK SOLO RANCANGAN PENERAPAN: PADA BATIK ROLLA
DIBA, ANDRIANA OKTA FARA (Universitas Ciputra Surabaya, 2019)Penelitian ini dilatar belakangi oleh perusahaan yang mengalami tidak seimbang antara motif batik yang dihasilkan dengan jumlah permintaan batik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan memetakan proses ... -
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KOMBINASI PRODUK BATIK
Yauwerissa, Lorenzo (Universitas Ciputra Surabaya, 2019)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen batik oleh orang asing yang sedang di Indonesia sebagai cinderamata. Atribut yang diuji adalah motif, teknik pembuatan, dan bahan kain. Motif (X1) memiliki 2 ... -
PERANCANGAN PAKAIAN WANITA CHEONGSAM READY TO WEAR MENGGUNAKAN KAIN BATIK INDONESIA PADA BRAND ELISABETH HWANG
Widagdo, Elisabeth (Universitas Ciputra Surabaya, 2019-12-21)Pakaian batik Indonesia sudah banyak dijual dikalangan masyarakat. Namun ternyata sebagian masyarakat lebih tertarik dengan budaya Cina terutama masyarakat yang merupakan peranakan Cina yang berdomisili di Indonesia. Kebanyakan ...
