Perancangan Ready-To-Wear Untuk Anak Muda Dengan Batik Phoenix Kontemporer Pada Brand DRL
Date
2022Author
Ratnasari, Dianita
Tanzil, Marini Yunita
Tahalele, Yoanita Kartika Sari
Metadata
Show full item recordAbstract
Batik adalah warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO, batik di Indonesia motifnya
beragam dan pada setiap wilayah memiliki ciri khas yang unik dan berbeda. Teknik batik pada awalnya
adalah batik tulis yang diproses menggunakan canting dan malam, serta pengerjaannya menggunakan
tenaga manusia, sehingga memiliki nilai lebih dan harga yang cukup tinggi. Namun seiring berkembangnya
jaman muncul bermacam-macam teknik batik yang prosesnya lebih cepat yaitu, dengan menggunakan
tenaga mesin sehingga dapat dijual dengan harga yang murah, teknik tersebut beragam macamnya, salah
satunya adalah batik cap. Teknik batik modern ini memungkinkan pembuatan motif yang lebih modern dan
paling banyak ditemui di pasaran. Maka dari itu, batik tulis juga memerlukan pengembangan motif sehingga
dapat bersaing dengan batik teknik lainnya, apalagi batik tulis adalah teknik asli yang harus dilestarikan.
Batik pada jamannya cukup diminati dalam bidang fesyen, namun dengan perkembangan dunia yang pesat
dengan pengaruh teknologi dan budaya dari luar yang ikut mempengaruhi tren fesyen. Karena itu batik pun
mulai tertinggal, karena dianggap terlalu formal, kuno, sehingga anak muda kurang peminatnya. Karenanya
pengembangan batik perlu dilakukan sehingga dapat tetap bersaing dengan tren fesyen lainnya, dan
dengan begitu batik tidak terlupakan karena kalah dengan tren lain yang sedang berkembang. Maka dari itu
dilakukan penelitian dengan teknik wawancara dan survei expert dan extreme users, dan diketahui bahwa
batik dapat berkembang melalui motif dan desain. Dan dari hasil penelitian terhadap target market juga dapat
diketahui warna dan desain yang disukai. Dari hasil-hasil tersebut didapatkan ide untuk merancang Batik
dengan desain motif kontemporer, serta gaya modern yang mengikuti tren fesyen.

