Merancang Brand Activation Green with Ducki untuk Duckicaps agar dapat Meningkatkan Kesadaran terhadap Produk Keycaps Berbahan Plastik Daur Ulang
Abstract
Permasalahan lingkungan menjadi topik yang terus dibicarakan dalam beberapa dekade. Sampah plastik yang terus kian menumpuk membutuhkan sebuah solusi dan penanganan agar permasalahan ini dapat teratasi. Melihat permasalahan ini, Duckicaps akhirnya memutuskan untuk membuat artisan keycaps berbahan plastik daur ulang. Hal ini menjadi sebuah inovasi baru yang belum pernah ada dalam komunitas mechanical keyboard Indonesia. Namun, karena produk ini merupakan sebuah inovasi baru, maka awareness dari komunitas masih rendah. Sehingga penulis merancang brand activation “Green with Ducki” dengan khalayak sasaran usia 18-35 tahun yang memiliki hobi mechanical keyboard. Untuk mendukung perancangan tersebut, penulis membutuhkan data sekunder yang didasarkan pada peninjauan literatur dengan sumber buku, jurnal, maupun artikel dari internet yang berhubungan dengan aktivasi untuk mengetahui strategi aktivasi yang efektif, media strategy untuk mengetahui media yang tepat sehingga strategi dapat tepat sasaran, dan konten sosial media yang tepat untuk mendukung aktivasi. Selain itu untuk data primer, penulis juga melakukan wawancara kepada empat expert user dan tiga extreme user serta yang dilakukan kepada khalayak sasaran yang mendapatkan delapan puluh enam responden untuk menguji coba desain, konten, dan strategi aktivasi agar perancangan ini dapat diterima oleh khalayak sasaran. Perancangan menghasilkan brand activation “Green with Ducki” berupa konten dan event “Trash to Keycaps” yang dilakukan baik secara online dan offline, yaitu kegiatan mengumpulkan sampah tutup botol untuk ditukarkan ke recycled plastic keycaps. Pada event offline seperti pameran, akan ada drop box sampah yang digunakan sebagai wadah pengumpulan tutup botol. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan masyarakat mampu melihat adanya peluang dan melihat perspektif baru dari sampah plastik, bahwa sampah plastik mampu diolah menjadi produk yang berguna.

