STUDI PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP VALUE PROPOSITION PRODUK SAMBAL ROAR
Abstract
Industri makanan dan minuman di Indonesia mengalami peningkatan setiap
tahun, karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Hal ini akan berimbas
kepada persaingan akan berjalan semakin ketat. Proyek bisnis Sambal Roar telah
berdiri sejak tahun 2014. Sambal Roar adalah produk makanan olahan berupa
sambal yang berasal dari ikan tenggiri asap. Perusahaan Sambal Roar menemukan
hambatan dalam memasarkan produknya, sehingga perlu adanya cara yang lebih
efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap
value proposition yang disampaikan dari produk Sambal Roar, untuk memberikan
saran dan masukan bagi perusahaan Sambal Roar dalam menjalankan usaha. Jenis
penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan
data primer, yang diperoleh melalui wawancara semi terstruktur. Dalam penelitian
ini penulis akan menggunakan trianggulasi sumber untuk menguji kredibilitas data
dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa
sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini melibatkan 6 orang informan, yang terdiri
dari 4 orang konsumen Sambal Roar, 1 orang perusahaan pesaing dan 1 orang
internal perusahaan Sambal Roar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen
mempunyai persepsi produk sambal di lihat dari warna, bentuk, ukuran dan rasa
dan faktor individu yaitu kepraktisan, gizi dan kebaruan produk. Sambal Roar
menawarkan empat value proposition yaitu newness (sifat kebaruan), Accessbility
(kemampuan dalam mengakses), Convenient and usability (kemudahan dan
kegunaan) dan customization (penyesuaian). Persepsi konsumen terhadap value
proposition produk Sambal Roar yaitu newness, accessbility, convenient/usability,
sudah cukup tersampaikan kepada konsumen. Sedangkan ,accessbility perlu
ditinjau kembali dan customization Sambal Roar masih belum dapat dirasakan oleh
konsumen. Sehingga produk Sambal Roar membutuhkan perbaikan, agar value
dapat dirasakan dan tersampaikan oleh konsumen.
