Show simple item record

dc.contributor.authorTjong, Kurnia Yanuarti
dc.date.accessioned2019-03-20T03:33:30Z
dc.date.available2019-03-20T03:33:30Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/1999
dc.description.abstractJamu sebagai warisan budaya bangsa Indonesia yang telah melekat di masyarakat dan diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Hal ini menjadikan penulis ingin mengembangkan terus bisnis jamu. Saat ini penulis telah memiliki beberapa gerai jamu, akan tetapi penulis terus berkeinginan untuk melakukan pengembangan bisnis jamu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara untuk meningkatkan omzet usaha Kurnia Cafe Jamu sehingga mencapai angka tiga ratus juta rupiah, ditinjau dari aspek lingkungan bisnis, aspek struktur industri, aspek strategi perusahaan, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek sumber daya manusia, dan aspek keuangan. Pendekatan penelitian yang dipakai pada studi kelayakan bisnis ini adalah penelitian terapan, menggunakan jenis penelitian evaluasi dan pengembangan dengan harapan dapat memberikan sumbangsih pemikiran, masukan, dan bahan evaluasi untuk mengetahui layak atau tidaknya bisnis/ usaha ini untuk dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis layak dijalankan ditinjau dari aspek lingkungan bisnis disebabkan perusahaan mampu mengatasi kendala terkait dengan lima kekuatan yang ada dalam bisnis. Ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran bisnis layak dijalankan karena pertumbuhan industri jamu cukup tinggi, yaitu 9,67%. Nilai ini lebih tinggi dari pertumbuhan industri yang mencapai 6,1%. Perusahaan juga telah mampu menentukan strategi yang tepat bagi pengembangan usaha perusahaan sehingga akan mempermudah perusahaan untuk mencapai omzet yang telah ditetapkan, yaitu sebesar Rp300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) per tahun. Ditinjau dari aspek manajemen bisnis layak karena perusahaan telah mampu menyusun SOP untuk bisnis dan juga mampu menyediakan kebutuhan sumber daya manusia. Ditinjau dari aspek teknis dan teknologi dikatakan layak karena Kurnia Cafe Jamu telah dapat menentukan lokasi pengembangan bisnis, yaitu dengan memilih City of Tomorrow (Cito) untuk membuka gerai yang baru dan juga menyiapkan perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Untuk aspek keuangan, semua kriteria penilaian investasi yang terdiri dari PP (Payback Period), NPV (Net Present Value), dan PI (Profitability Index) menunjukkan respon yang positif. Berdasarkan hasil analisis kelayakan yang telah dibuat, maka dapat diketahui bahwa kriteria kelayakan usaha dari aspek keuangan telah terpenuhi, baik untuk kondisi normal, optimis, maupun pesimis. Berdasarkan proyeksi penjualan yang telah disusun, dengan pembukaan cabang di Cito Surabaya, maka omzet yang ditargetkan, yaitu sebesar Rp300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) per tahun dapat dicapai oleh perusahaan pada tahun pertama.en_US
dc.language.isoIndonesiaen_US
dc.publisherUniversitas Ciputra Surabayaen_US
dc.subjectStudi Kelayakan, Lingkungan bisnis, pasar dan pemasaran, manajemen, teknis dan teknologi, dan keuanganen_US
dc.titleSTUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN BISNIS KURNIA CAFE JAMUen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.nidn704126801
dc.identifier.nim50112016
dc.identifier.dosenpembimbingDavid Sukardi Kodrat


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record