EFEKTIVITAS PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA PEMILIK UD GLORY DAN SUPPLIER BIJI COKLAT
Abstract
EFEKTIVITAS PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA
PEMILIK UD GLORY DAN SUPPLIER BIJI COKLAT
Indonesia merupakan negara penghasil biji coklat terbesar ketiga setelah Pantai
Gading dan Ghana. Sulawesi Tengah merupakan daerah penghasil biji coklat
terbesar di Indonesia. Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu kabupaten
di Sulawesi Tengah dan terdapat sembilan perusahaan pembeli biji coklat di kota
Parigi dan lima diantaranya telah berhenti beroperasi. Penelitian ini ingin
mengetahui apa saja unsur komunikasi interpersonal antara pemilik UD Glory
salah satu perusahaan pembeli biji coklat yang bertahan dan supplier biji coklat,
sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses komunikasi
interpersonal dan efektivitas komunikasi interpersonal antara pemilik perusahaan
pembeli biji coklat UD Glory dan supplier biji coklat. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan
teknik kuesioner dimana supplier biji coklat berjumlah 15 orang dan satu orang
pemilik UD Glory sebagai populasi, karena jumlah populasi sudah diketahui maka
dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Untuk pengumpulan data
sekunder menggunakan teknik wawancara tak terstruktur, dimana satu orang
supplier biji coklat dan satu orang pemilik UD Glory diwawancarai untuk
mendukung data temuan dari kuesioner yang disebarkan. Metode analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini dengan membuat definisi operasional
variabel, kemudian membuat kuesioner menggunakan skala Likert, dan mencari
frekuensi jawaban terbanyak responden, dari frekuensi jawaban terbanyak dibuat
pembahasan berdasarkan landasan teori dan penelitian terdahulu yang mendukung,
dan terakhir ditarik kesimpulan dan saran. Hasil temuan dalam penelitian ini
adalah unsur dari proses komunikasi interpersonal antara pemilik UD Glory dan
supplier biji coklat terdapat enam unsur yang paling dominan yaitu memiliki nilai
persentase sebesar 75% adalah memiliki keinginan untuk berbagi informasi, pesan
yang disampaikan berbentuk verbal, media yang digunakan untuk berkomunikasi
melalui saluran visual, hambatan yang dirasakan adalah gangguan fisik dan
semantik, dan terakhir adalah ada umpan balik dari komunikan. Sedangkan
efektivitas komunikasi interpersonal antara pemilik UD Glory dan supplier biji
coklat sudah efektif karena semua pihak yang terlibat dominan menjawab sebesar
75% delapan sikap berikut, memiliki sikap komunikator berkenan memberikan
informasi, merasakan apa yang dirasakan orang lain, tidak berprasangka buruk,
berpikiran positif, menganggap orang lain juga penting, memberikan pujian,
komitmen dalam hubungan kerjasama, dan saling menghormati.
