ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN KEPUTUSAN PEMBELIAN ROTI DAN KUE DI SURABAYA BARAT
Abstract
Di Indonesia produk roti menempati urutan ketiga sebagai makanan pokok
setelah nasi dan mi, hal ini disampaikan oleh GAPMMI dan terbukti dari
meningkatnya pertumbuhan industri roti dan kue di Indonesia yakni sebesar 10%
sampai 15% per tahun. Industri ini berkembang sangat baik dipicu oleh meningkatnya
populasi kelas menengah, pendapatan kelompok muda yang semakin tinggi, dan
berubahnya pola konsumsi masyarakat yang mengadopsi gaya hidup perkotaan. Pola
konsumsi masyarakat mengenai roti dan kue telah berubah dan menjadi lifestyle
terutama di kota besar. Hal ini terbukti dari banyak munculnya cafe yang menyajikan
beragam olahan roti dan kue yang unik. Dalam beberapa waktu terakhir pesaingan
bisnis dibidang roti dan kue ini tergolong ketat. GAPMMI menyebutkan bahwa
pelaku usaha dari bisnis roti didominasi oleh UMKM tradisional sebesar 60 persen,
20 persen produsen roti besar, dan sisanya adalah produsen roti artisan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menentukan keputusan pembelian roti
dan kue di Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen roti dan kue di
wilayah Surabaya dan sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling.
Total sampel berjumlah 97 responden dengan menggunakan teknik unknown
population. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan menggunakan skala Likert
sebagai alat ukur. Analisis data menggunakan faktor analisis eksploratori dengan
software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 28 indikator yang
digunakan dalam penelitian, terbentuk 6 faktor yaitu faktor lokasi, faktor pribadi,
faktor psikologis, faktor kualitas produk dan layanan, faktor produk, dan faktor
budaya. Faktor dominan yang memengaruhi keputusan pembelian roti dan kue di
Surabaya adalah faktor lokasi.
